PEMERINTAH Kabupaten Pulau Morotai melalui BPBD akhirnya menurunkan satu unit alat berat untuk melakukan normalisasi sungai pangeo, pada Jumat (28/11/2025).
Namun untuk menggerakkan ekskavator dalam melakukan pengerukan sedimen serta penataan air sungai, warga Desa Loleo terpaksa harus berpatungan untuk membeli BBM agar pekerjaan normalisasi bisa berjalan.
Nyong salah satu warga menyampaikan bahwa, masyarakat dengan seihklasnya mengumpulkan uang untuk membeli BBM agar alat bisa beroperasi,“Kami mengumpulkan uang untuk menambah bahan bakar ekskavator supaya pekerjaan normalisasi Sungai Pangeo bisa jalan,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Loleo Abdul Totui mengakui pengumpulan dana tersebut. “Benar, masyarakat ikut berpartisipasi mengumpulkan uang seikhlasnya untuk kelancaran normalisasi,” ungkapnya.
Pengakuan ini memperkuat dugaan adanya ketidakmampuan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanganan darurat, padahal normalisasi sungai merupakan bagian dari kewajiban negara dalam melindungi warganya.
Kepala BPBD, Alhadar Djaguna, menyebut pengerjaan ini sebagai bentuk kepedulian Pemda. “Ini langkah awal Pemerintah Daerah yang peduli terhadap masyarakat Desa Loleo,” ujarnya.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






