PEMBANGUNAN kampus II yang diperuntukkan untuk fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) telah rampung dibangun, dan fasilitas pembelajarannya menggunakan Smart Classroom.
Hal ini disampaikan Rektor IAIN Ternate, Prof Radjiman Ismail saat membuka kuliah umum di auditorium IAIN Ternate bertajuk Ekoteologi dan tanggung jawab kekhalifahan untuk keberlanjutan alam semesta.
Yakni yang menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Phil Sahiron Syamsuddin, M.A, Jum’at (5/12/2025)
Dia menyampaikan bahwa pembangunan kampus II di kelurahan Gambesi, Ternate Selatan pada awalnya ditargetkan hanya diperuntukkan bagi fakultas Tarbiyah. Namun, dari sisi luas areal lahan masih memungkinkan untuk penambahan satu fakultas.
Sehingga, pihaknya mengambil langkah mengajukan proposal pembangunan ke Kementerian Agama untuk penambahan infrastruktur salah satu fakultas, agar berdampingan dengan fakultas Tarbiyah di kampus II.
“Untuk kampus II dibangun atas bantuan dari Kementerian Agama melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang diperuntukkan untuk fakultas tarbiyah, dan bakal ada salah satu fakultas yang menyusul ke kampus II,” terang Radjiman di hadapan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Prof Dr Phil Sahiron Syamsuddin, serta sivitas akademika IAIN Ternate.
Dia mengungkapkan, selain fasilitas pembelajaran menggunakan Smart classroom, pihaknya juga menerapkan sistem pembelajaran di kampus I dan II dengan sistem Hybrid learning, yang merupakan sebuah model pembelajaran untuk menyatukan proses kegiatan belajar mengajar secara online dan tatap muka langsung dengan memanfaatkan teknologi.
“Perlu kami sampaikan bahwa IAIN Ternate terus berbenah, yakni selain membangun infrastruktur baru, di sisi lain fasilitas pembelajaran yang kami rancang untuk adaptasi dengan perkembangan teknologi, seperti ruang kelas yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi digital guna mendukung pembelajaran yang lebih terintegrasi antara visual, audio dan kinestetik,” paparnya.
Menurut dia, langkah ini dilakukan, karena secara geografis provinsi Maluku Utara merupakan daerah kepulauan. Sehingga dalam rangka melayani pendidikan, model pembelajaran Hybrid learning merupakan solusi yang tepat.
Mantan Dekan FTIK IAIN Ternate itu menambahkan, selain pembangunan kampus II, pihaknya juga terus berupaya untuk menambah jumlah mahasiswa untuk memenuhi persyaratan alih status menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Baabullah (UIN SUBA).
Dia mengungkapkan, hingga sejauh ini jumlah mahasiswa di IAIN Ternate mendekati angka 4.000. Untuk itu, pihaknya menargetkan di tahun 2026 mendatang jumlah mahasiswa yang dipersyaratkan untuk transformasi IAIN ke UIN bakal dipenuhi.
“Semua persyaratan alih status telah terpenuhi, tinggal kami mendongkrak jumlah mahasiswa,” ucapnya
“Untuk itu, hal ini menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika IAIN Ternate, serta stakeholder, jadi mari kita kerja sama dalam rangka pengembangan kampus ini ke depan,” pungkasnya.(*)
Penulis : HMS
Editor. : S.S.Suhara






