LANGKAH nyata Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam menekan laju inflasi kembali ditunjukkan melalui kegiatan penanaman komoditas cabai di Desa Morodadi SP.3, Selasa (27/1/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta para petani setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian serta Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji Kabupaten Pulau Morotai, Arif Bilo, Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan bahwa penguatan sektor pangan menjadi perhatian bersama lintas instansi.
Wakil Bupati Rio Cristian Pawane terlihat ikut terlibat langsung di lokasi penanaman, berdialog dengan petani sekaligus memberikan semangat agar produksi cabai lokal terus ditingkatkan.
“Pengendalian inflasi tidak cukup hanya lewat kebijakan di atas kertas. Kita harus pastikan produksi pangan di lapangan meningkat. Cabai adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi, jadi ini langkah konkret yang harus kita dorong bersama,” tegas Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Tamhid Bilo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari 11 langkah strategis pengendalian inflasi daerah yang difokuskan pada peningkatan produksi komoditas hortikultura.
Menurutnya, Morotai memiliki potensi lahan yang masih luas dan belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mendorong gerakan tanam, tetapi juga menyiapkan dukungan nyata bagi petani.
“Kami ingin memastikan petani tidak hanya menanam, tetapi juga mendapat pendampingan dan dukungan sarana produksi. Dengan begitu, hasilnya bisa maksimal dan pasokan cabai di Morotai tidak lagi bergantung dari luar daerah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan kepada petani berupa obat-obatan pertanian serta sarana pendukung lainnya. Bantuan ini diharapkan mampu membantu petani mengatasi hama, meningkatkan kualitas tanaman, serta memperluas lahan tanam.
Setelah penanaman dan penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka bersama para petani SP.3. Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan pupuk, pengendalian hama, hingga akses pasar.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan petani, Morotai optimistis produksi cabai lokal akan meningkat sehingga mampu menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)
Penulis : HMS
Editor. : S.S.Suhara






