FEBI IAIN Ternate Gelar Yudisium Semester Ganjil: 38 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar Sarjana

Dekan Dr Abu Sanmas bersama unsur pimpinan FEBI IAIN Ternate dan mahasiswa melakukan foto bersama seusai prosesi yudisium sarjana.

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Ternate menggelar yudisium sarjana untuk periode semester ganjil tahun akademik 2025-2026, Selasa (27/1/2026).

Pelaksanaan yudisium dipusatkan di studio FEBI IAIN Ternate, dan diikuti sebanyak 38 mahasiswa, terdiri program studi perbankan syariah (PBS) sebanyak 15 mahasiswa, prodi ekonomi syariah (EKS) 7 mahasiswa, prodi manajemen keuangan syariah (MKS) 6 mahasiswa, dan prodi akuntansi syariah (AKS) 10 mahasiswa.

Prosesi yudisium dipimpin langsung Dekan FEBI IAIN Ternate Dr Abu Sanmas, SH, MH, dan dihadiri oleh para Wakil Dekan, dosen, Koordinator Prodi, dan Kepala Sub Bagian TU FEBI, serta  tenaga administrasi.

Dekan FEBI IAIN Ternate dalam sambutannya mengatakan, bahwa mahasiswa yang mengikuti prosesi yudisium, merupakan mahasiswa yang telah mengikuti tahapan-tahapan akademik yang telah ditetapkan pada fakultas, yakni mulai dari proses perkuliahan, sampai mengikuti ujian karya tulis ilmiah (skripsi). Sehingga, menurut dia, pelaksanaan yudisium ini, setidaknya menegaskan bahwa yang mengikuti yudisium, praktis telah resmi menyandang gelar akademik, dan tercatat sebagai alumni FEBI IAIN Ternate.

“Kalian baru saja mengikuti prosesi yudisium, itu pertanda bahwa kalian telah resmi mendapat gelar sarjana,” terangnya.

Menurut dia, prosesi yudisium merupakan momen yang diimpikan mahasiswa setelah mengikuti tahapan akademik yang berlangsung kurang lebih 4 tahun, dia menilai sepanjang tahapan tersebut setidaknya menghadirkan beragam cerita, yang nantinya menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa.

“Apapun yang dialami selama berada di bangku kuliah, merupakan pengalaman berharga yang harus diapresiasi dan menjadi kebanggaan sebagai seorang intelektual,” katanya.

Kandidat guru besar IAIN Ternate itu menegaskan bahwa mahasiswa FEBI yang telah resmi dikukuhkan sebagai alumni IAIN Ternate, maka diharapkan nantinya dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama berada di bangku kuliah, selain itu kata dia, setelah menyandang gelar sarjana, praktis bakal berhadapan langsung dengan beragam tantangan yang ada di lingkungan masyarakat.

“Ketika kalian berada di tengah-tengah masyarakat, dan apa yang telah kalian dapatkan selama kurang lebih empat tahun berada di sini (IAIN Ternate, red), wajib hukumnya kalian terapkan di masyarakat,” ujarnya.

Doktor lulusan Unpad Bandung, Jawa Barat itu menambahkan, sebagai alumni maka dituntut harus terus belajar, lantaran ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan. Selain itu, dia menilai pada aspek lapangan pekerjaan, terjadi persaingan cukup ketat antara alumni dari berbagai perguruan tinggi. Sehingga, menurut dia, dalam menghadapi hal tersebut, dituntut untuk terus belajar serta melakukan adaptasi demi menggapai impian yang telah diproyeksikan.

“Kami terus menerus mengingatkan, bahwa ke depan persaingan pada sektor lapangan kerja sangat kompetitif. Untuk itu, ini merupakan harapan kami, agar kalian terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu membaca setiap perkembangan; baik ilmu pengetahuan maupun persaingan pada lapangan kerja,” tandasnya.

Sementara Wakil Dekan FEBI IAIN Ternate bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr Jasmin, S.Ag., M.M menegaskan bahwa alumni di kampus keagaman memiliki atribut yang komplit untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Karena, menurut dia, selain belajar ilmu-ilmu umum, alumni di kampus keagamaan juga dibekali dengan ilmu keagaman, sehingga diyakini dengan mudah untuk melakukan adaptasi di masyarakat.

Selain itu, dia juga mengharapkan kepada alumni FEBI IAIN Ternate agar senantiasa menjaga nama baik almamater; baik saat berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat, maupun di dunia kerja.“Maka jagalah nama baik almamater, jangan sampai setelah keluar dari kampus, ciri khas sebagai mahasiswa di kampus keagamaan pun ditanggalkan, seperti jangan sampai karena tuntutan pekerjaan, jilbabnya dilepas,” ucap doktor lulusan u
Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Dia juga meminta kepada para alumni FEBI IAIN Ternate, agar jangan hanya memusatkan perhatian untuk bekerja pada birokrasi pemerintah, melainkan memanfatkan kompetensi yang telah dimiliki untuk membangun dan mengembangan usaha untuk menghimpun tenaga kerja.

“Jadi, kalian jangan hanya mengharapkan dapat bekerja di birokrasi pemerintah, atau di perusahaan swasta, tapi dengan ilmu yang telah kali dapatkan, serta miliki reativitas, maka kalian harus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” katanya, mengakhiri.

Sekadar diketahui, pelaksanaan yudisium sarjana untuk mahasiswa FEBI IAIN Ternate pada semester ganjil 2025-2026 ini empat mahasiswa ditetapkan sebagai peraih predikat pujian berdasarkan surat keputusan Dekan FEBI IAIN Ternate.

Keempat mahasiswa tersebut yakni, Safitri Hafza Rondonuwu dari prodi PBS dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94, Rizka Pratiwi Putri dari prodi EKS meraih IPK 3,65, Siti Jamila dari prodi MKS dengan raihan IPK 3,84 dan Fitria Danta dari prodi AKS dengan IPK 3,69. (*)

Penulis : Hms
Editor.   : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *