Belum Rampung, Jalan Tani Morodadi Sudah Rusak Parah, Warga Soroti Mutu Proyek Rp300 Juta PUPR Morotai

Kondisi jalan tani

PROYEK jalan tani di Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mulai menuai sorotan tajam dari warga meski pekerjaan disebut belum sepenuhnya rampung. Infrastruktur yang diharapkan menunjang aktivitas pertanian itu justru dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (30/1/2026), kondisi ruas jalan tani sepanjang kurang lebih 3 kilometer di wilayah RT 05 terlihat cukup parah. Dari total panjang jalan, sekitar 2 kilometer dilaporkan mengalami kerusakan, dengan sedikitnya 7 titik jalan rusak.

Permukaan jalan tampak terkelupas, berlubang, dan tidak lagi rata. Beberapa lubang terlihat cukup dalam sehingga berpotensi membahayakan kendaraan yang melintas.

Selain itu, lapisan permukaan jalan terlihat menipis. Material batu tampak menonjol ke permukaan, sementara di beberapa bagian badan jalan sudah mulai ditumbuhi rumput. Kondisi ini menunjukkan permukaan jalan tidak padat dan mulai terurai meski proyek belum lama dikerjakan.

Dari bagian jalan yang mengalami kerusakan, ketebalan lapisan material di lapangan diperkirakan hanya sekitar 16 sentimeter. Angka ini lebih tipis dibanding spesifikasi yang sebelumnya disebut mencapai 20 sentimeter. Lebar jalan yang direncanakan sekitar 4 meter juga terlihat menyempit di sejumlah titik akibat kerusakan tepi jalan dan material yang bergeser.

Situasi tersebut semakin menyulitkan kendaraan pengangkut hasil pertanian. Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi licin karena campuran tanah dan batu yang terlepas, sehingga kendaraan sering kesulitan melintas.

Keluhan disampaikan para petani yang setiap hari menggunakan akses tersebut. Mereka menilai kerusakan yang muncul dalam waktu singkat sebagai kondisi yang tidak wajar untuk proyek yang baru dikerjakan.

“Baru dikerjakan tapi sudah rusak. Kalau hujan kendaraan susah lewat karena licin dan berlubang. Jalan tani ini sudah tidak layak,” ujar WH, salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Jalan tani ini dibangun melalui skema swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai. Proyek tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp300 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai menyebut jalan tersebut memiliki panjang sekitar 3 kilometer, lebar 4 meter, dan ketebalan lapisan material mencapai 20 sentimeter. Pernyataan itu disampaikan kepada sejumlah media saat proyek mulai berjalan.

Namun, hingga awal tahun 2026 proyek jalan tani belum rampung dan mengalami kerusakan parah. Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kontrol dinas terkait.

Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai Fahmi Usman ketika dikonfirmasi media ini memberikan klarifikasi bahwa pekerjaan jalan tani tersebut memang belum memasuki tahap akhir pengerasan. Ia menyebut proses pemadatan akhir menggunakan alat berat jenis bomag belum dilakukan karena faktor cuaca.

“Kami memang belum melakukan pemadatan akhir dengan alat berat (bomag) karena kondisi cuaca. Kalau hujan, saat digilas material bisa tergulung dan hasilnya tidak maksimal. Saat ini baru tahap penimbunan dan perataan menggunakan dozer,” jelas Fahmi, jum’at (30/1/2026)

Ia juga menambahkan bahwa jalan yang belum dipadatkan sempurna sudah lebih dulu dilalui kendaraan masyarakat, sehingga lapisan material mudah bergeser dan mengalami kerusakan di beberapa titik.

“Belum selesai tapi sudah banyak kendaraan lewat kesana kemari, jadi materialnya cepat rusak. Nanti setelah cuaca memungkinkan baru dilakukan pemadatan supaya hasilnya lebih kuat,” tambahnya.

Meski demikian, perbedaan antara spesifikasi yang disampaikan sebelumnya dan kondisi yang terlihat di lapangan tetap memunculkan pertanyaan warga terkait mutu pelaksanaan pekerjaan serta pengawasan teknis proyek.(*)

Penulis : Moh

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *