MOMENTUM Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Bupati Halmahera Utara berlangsung penuh syukur dan kebersamaan di kediaman Bupati, Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, bersama keluarga besar KITONG–BABUA. Ibadah syukur yang digelar menjadi ruang refleksi atas perjalanan hidup sekaligus komitmen pengabdian ke depan, Jumat (10/4/2026).
Ibadah syukur dipimpin oleh Ketua Sinode Jalan Kemakmuran, Pdt. Dr. Demianus Ice, SH., M.Th, dengan pembacaan Firman Tuhan dari Mazmur 90:12 yang menegaskan bahwa pertambahan usia merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri.
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan bahwa usia ke-63 merupakan berkat yang tidak semua orang dapat rasakan, sekaligus menjadi momentum memperkuat tanggung jawab dalam memimpin daerah.
Bupati menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, terutama karena kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Namun demikian, Pemerintah Daerah tetap berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia juga kembali menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan. Bersama Forkopimda, pemerintah daerah terus bergerak cepat dalam merespons setiap persoalan agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.
Selain itu, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif. Setiap informasi yang beredar harus disikapi secara bijak dan tidak serta-merta dianggap mewakili kelompok tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus pada upaya rekonsiliasi dan penyatuan Gereja Masehi Injili di Halmahera. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Nasrani, baik yang berafiliasi dengan sinode di Jalan Kemakmuran Tobelo maupun sinode di wilayah WKO, untuk mendukung penuh proses tersebut.
Menurutnya, proses penyatuan gereja sedang berjalan secara bertahap, dimulai dengan penyamaan persepsi pada tahun 2026 dan direncanakan berlanjut pada sidang penyatuan sinode pada tahun 2027.
“Pemerintah daerah mendukung penuh proses rekonsiliasi dan perdamaian ini. Semua daya dan upaya akan kita lakukan agar penyatuan gereja dapat terwujud,” tegasnya.
Bupati menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya memiliki tanggung jawab moral dalam mendorong terciptanya persatuan gereja di Halmahera Utara. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN dan warga jemaat untuk tidak terlibat dalam tindakan yang dapat menghambat proses tersebut.
“Saya tidak ingin ada ASN yang justru memprovokasi atau mengganggu proses penyatuan ini. Ini adalah komitmen bersama untuk melahirkan kembali gereja yang utuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Halmahera Utara, Christian Lesnusa, bersama jajaran anggota DPRD, Kapolres Halmahera Utara Erlichson Pasaribu, Sekretaris Daerah Halmahera Utara Dr. E.J. Papilaya, serta Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara Drs. F.N. Sahetapy, S.IP., MH.
Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara Bambang Sunoto, SH., MH, Dansubdenpom XV/1-1 Tobelo Letda Cpm Irwansyah Kurniawan, S.H., serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dari unsur keagamaan, turut hadir Ketua Sinode Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice, SH., M.Th dan Ketua Sinode WKO Anselmus Puasa, M.Th, bersama para tamu undangan lainnya.
Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Halmahera Utara, seraya berharap nilai-nilai kasih, persatuan, dan damai sejahtera terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
Momentum HUT ke-63 ini menjadi refleksi penting akan arti syukur, kebersamaan, serta komitmen bersama dalam membangun Halmahera Utara yang aman, damai, dan sejahtera.(*)
Penulis : Cheni
Editor : S.S.Suhara






