DI tengah upaya Pemerintah Daerah memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa, kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Korago di Desa Korago, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, justru memunculkan sorotan tajam.
Bangunan yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp763 juta itu tampak berdiri megah, namun halaman dan lingkungan sekitarnya dipenuhi rumput liar serta semak belukar.
Pantauan awak media di lokasi, Sabtu (25/7/2026), menunjukkan kondisi bangunan masih terlihat baru. Cat dinding, atap, dan pintu masih dalam kondisi baik. Namun, rumput liar yang tumbuh tinggi hingga menutupi sebagian akses menuju bangunan menghadirkan kesan bahwa fasilitas kesehatan tersebut belum mendapat pemeliharaan yang memadai.
Informasi yang dihimpun media ini, Pustu Korago merupakan satu dari 16 unit Puskesmas Pembantu yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui DAK Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sekitar Rp12,4 miliar. Program tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Meski demikian, kondisi fisik bangunan memunculkan dugaan bahwa Pustu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Hingga kini belum ada penjelasan resmi apakah pelayanan kesehatan telah berjalan, apakah tenaga kesehatan sudah ditempatkan, maupun alasan lingkungan bangunan terlihat kurang terawat.
“Kalau cuma dibangun lalu tidak berfungsi, percuma. Itu sama saja membuang-buang anggaran,” ujar Adon saat ditemui awak media di sekitar lokasi.
Ia berharap pemerintah tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memastikan layanan kesehatan benar-benar dapat dinikmati masyarakat.
Warga juga meminta pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai segera memberikan kepastian mengenai status operasional Pustu Korago. Jika memang belum difungsikan, mereka berharap pelayanan segera dibuka. Sebaliknya, apabila telah beroperasi, pemerintah diminta menjelaskan kondisi sebenarnya agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagai aset yang dibangun menggunakan uang negara, masyarakat berharap fasilitas tersebut segera dimanfaatkan secara maksimal sehingga tujuan peningkatan layanan kesehatan benar-benar dapat dirasakan warga.
Hingga berita ini diterbit, Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait status operasional maupun pemeliharaan Pustu Korago.(*)
Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara






