Pelabuhan Desa Tokaka Tinggal Rangka, Pemkab Halsel Diminta Tidak Tutup Mata

Kondisi pelabuhan sangat memprihatinkan

PELABUHAN Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk melakukan aktivitas transportasi laut mengalami kerusakan berat. Lantai pelabuhan yang sebelumnya menjadi jalur keluar masuk penumpang dan barang kini sebagian besar telah hancur, menyisakan rangka beton yang membahayakan keselamatan setiap orang yang melintas.

Kondisi tersebut bukan hanya mengurangi fungsi pelabuhan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada transportasi laut. Warga harus berjalan di atas rangka beton yang terbuka dengan risiko terpeleset atau terjatuh ke laut. Saat cuaca buruk maupun gelombang tinggi, kondisi ini semakin berbahaya, terutama bagi anak-anak, lansia, dan para nelayan yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut.

Pelabuhan Desa Tokaka memiliki peran strategis sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat. Dari pelabuhan inilah aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung, mulai dari distribusi hasil tangkapan nelayan, pengangkutan hasil pertanian, hingga akses masyarakat menuju pusat pemerintahan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kerusakan yang terus dibiarkan berpotensi menghambat roda perekonomian desa dan memperlambat pelayanan kepada masyarakat.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret untuk memperbaiki pelabuhan tersebut. Padahal, kerusakan yang terjadi sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga segera turun langsung meninjau kondisi di lapangan agar dapat mengetahui secara nyata tingkat kerusakan yang dialami.

Infrastruktur publik merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pelabuhan bukan hanya tempat bersandarnya kapal, melainkan juga menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, perbaikan pelabuhan tidak seharusnya dipandang sebagai proyek biasa, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Warga Desa Tokaka mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta instansi terkait agar segera mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi maupun pembangunan kembali pelabuhan tersebut. Penanganan yang cepat akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi yang selama ini bergantung pada keberadaan pelabuhan.

Jika kondisi ini terus diabaikan, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan yang merugikan masyarakat. Pemerintah tidak seharusnya menunggu jatuhnya korban sebelum mengambil tindakan. Infrastruktur yang rusak harus segera diperbaiki sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang layak.

Masyarakat Desa Tokaka berharap aspirasi ini menjadi perhatian serius kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Pelabuhan yang aman dan layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi merupakan hak masyarakat untuk memperoleh akses transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan sehari-hari. Kini, yang dibutuhkan bukan lagi janji, melainkan langkah nyata agar Pelabuhan Desa Tokaka kembali berfungsi sebagaimana mestinya demi kepentingan dan keselamatan masyarakat.(Red)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *