BENCANA banjir dan longsor melanda wilayah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Kecamatan Galela Utara, sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pukul 23.00 WIT hingga sekitar 05.20 WIT menyebabkan kerusakan infrastruktur dan rumah warga di beberapa desa.
Di Desa Tutumaloleo, bencana mengakibatkan Jembatan Lapi rusak parah. Selain itu, sekitar empat unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Sementara di Desa Bobisingo, meski rumah warga relatif aman, Jembatan penyeberangan Kali Aru rusak berat sehingga akses warga menuju wilayah seberang sungai terputus total.
Di Desa Limau, bencana lebih parah. Longsor dari Gunung Wonge menutup jalan utama, sehingga akses transportasi sementara terhenti. Masjid Nurul Fatah Desa Limau juga tertimpa material longsor, rumah milik warga Om Halik terdampak, dan dapur milik warga Lan hanyut terbawa arus banjir. Beberapa rumah warga di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 05 Desa Limau tergenang banjir.
Kepala Desa Limau, Hasanuddin Ngongano, membenarkan bencana tersebut terjadi tiba-tiba akibat curah hujan tinggi.
“Hujan deras berlangsung dari malam hingga subuh, sehingga menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik. Masjid dan rumah warga terdampak, bahkan ada dapur yang hanyut terbawa banjir. Saat ini kami bersama warga masih melakukan pembersihan dan membuka akses yang tertutup longsor,” ujar Hasan, Kamis (08/01/2026).
Pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Kecamatan dan instansi terkait agar segera dilakukan penanganan lanjutan. Hasanuddin berharap perhatian cepat dari Pemerintah Daerah, khususnya pembangunan bronjong di daerah Kali Ake Limau dan relokasi rumah warga terdampak longsor.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian material cukup signifikan, dan aktivitas warga di sejumlah wilayah masih terganggu akibat akses yang terputus.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






