Program ZMART BAZNAS Berakhir, Usaha Terus Berkembang Hingga Potensi Rp 1000 Menyentuh ke Kalangan Bawah

Penulis : Suhardiman.S (Endhy) Pendamping Program ZMART BAZNAS RI Wilayah Maluku Utara

MESKI di tengah gempuran toko ritel dan warung merah istilah buat saudara kita pedagang dari Sulawesi Selatan yang memenuhi pusat kota dan setiap kelurahan di Kota Ternate. Namun, semua itu tak menyurutkan semangat pelaku usaha kecil sebut saja 50 orang saudagar (mustahik red) yang mendapat bantuan program Zmart dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk tetap bertahan dan ingin terus berkembang.

Selama program berjalan, 50 orang saudagar yang tersebar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Ternate utara, Ternate Tengah, Ternate Selatan, Pulau Ternate terus mendapat pendampingan. Tujuannya adalah untuk memberikan support dan motivasi guna melihat peluang usaha lain seperti penjualan non ritel untuk menambah omset.

Selain memastikan jalannya usaha mereka, tentu pendamping juga memastikan apakah saudagar dapat mengimplementasikan materi usaha yang telah diberikan selama pertemuan kelompok yang dilaksanakan setiap bulan berjalan.

Mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang pengembangan usaha dengan baik, misalnya, memberikan pelayanan prima kepada pembeli, menjaga kebersihan warung, menejemen pengelolaan keuangan keluarga, menejemen keuangan usaha, membangun usaha bersama, ekspansi usaha dan lainnya.

Sunarti Taher salah satu warga penerima bantuan program tersebut, kini telah benar-benar merasakan manfaat dari bantuan modal usaha tersebut, dimana kini usaha warung ZMART BAZNAS yang berlokasi di Kelurahan Akehuda Kecamatan Ternate utara yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga terus berkembang.

Sebelum mendapat bantuan, ia memanfaatkan warung 3×4 meter persegi itu untuk berjualan Es Seduh dengan modal seadanya tentu sangat berpengaruh pada omset. Namun, semua itu tak berjalan lama, perubahan pun dirasakan setelah mendapat sentuhan dari BAZNAS, kini barang dagangan penuhi warung, omset  juga meningkat.

Ada juga yang telah memanfaatkan bantuan dengan baik, setiap keuntungan dari hasil usaha telah disisipkan untuk kebutuhab biaya pendidikan anak, kesehatan dan kepentingan lainnya. Ini adalah satu dari kisah sukses para saudagar atau mustahik yang telah menerima bantuan dari program dana umat yang disalurkan oleh Baznas RI.

Nah, marilah kita lihat dari hasil akhir program pendapatan saudagar (mustahik red) meningkatkan dimana rata-rata awal 1.639.000 kemudian naik menjadi Rp 2.948.000 dan yang tertinggi mencapai Rp 7.176.000

Dari pendapatan di atas ada sebanyak 13 mustahik memiliki penghasilan keluarga di bawah Garis Kemiskinan artinya bahwa total pendapatan yang diperoleh oleh seluruh anggota keluarga dalam satu rumah tangga tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, kebutuhan dasar mencakup pangan, sandang, dan papan.

Kemudian ada juga 13 mustahik memiliki penghasilan keluarga di atas Garis Kemiskinan, artinya bahwa total pendapatan yang diperoleh oleh seluruh anggota keluarga mencukupi atau melebihi jumlah minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti sandang, pangan, papan, Pendidikan dan Kesehatan.

Ada pun 10 orang mustahik memiliki penghasilan keluarga di atas Had Kifayah, artinya bahwa pendapatan keluarga itu tidak hanya mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan lain sehingga hidup dengan sejahtera. Sedangkan 14 orang mustahik memilik penghasilan keluarga di atas nisab zakat, dimana pendapatan gabungan rumah tangga telah mencapai atau melampaui jumlah minimum tertentu yang ditetapkan oleh hukum islam, yang dikenal sebagai nisab.

Dari Sedekah Rp 1000 Memberikan Dampak Signifikan Bagi Orang Lain Yang Membutuhkan.

Ada hal menarik yang menjadi catatan penting selama pendampingan program Zmart. Berawal dari uang sedekah se ikhlasnya sebesar Rp 1000 yang dikumpulkan oleh para saudagar setiap pertemuan bulanan. Hanya uang receh, yang bisa ditemukan di sudut teras rumah, di jalan, di bawah meja kantor, di saku celana, saku motor namun, itu kadang belum dilirik karena nilainya sangat kecil.

Namun, siapa sangka dari Rp 1000 itu lah memberikan dampaknya yang sangat dahsyat bagi kemaslahatan orang lain. Hasil sedekah sisipan setiap hari, selama program berjalan mencapai Rp 10.000.000  lebih dan uang itu telah diberikan kepada para lansia, panti asuhan, para pemulung dan terakhir bantuan barang sesuai kebutuhan masing-masing diberikan kepada pedagang kecil yang menjajakan dagangan mereka dengan berjalan keliling.

Dengan perolehan dampak manfaat di atas, di sini lah pendamping ingin menawarkan konsep sederhana  yang bila diimplementasikan akan memberikan faedah bagi orang di sekitar kita yang membutuhkan. Pendamping memberikan contoh sederhana misalnya, pada setiap hari jumat, 1 Kepala Keluarga di Kota Ternate menyisihkan Rp 1000, meski data jumlah kepala keluarga spesifik belum tersedia.

Namun berdasarkan jumlah penduduk Kota Ternate sesuai data resmi Dukcapil sebanyak 213.051 jiwa, taruhlah paling di bawah 170 ribu orang yang menyisihkan setiap hari jumat sedekah Rp 1000 ribu. Maka bila dikalikan dalam 1 bulan 4 kali jumatan maka uang bisa terkumpul sebanyak Rp 680.000.000, maka dalam 1 tahun sedekah yang terkumpul sebanyak Rp 8.160.000.000.  Potensi yang bila dikelola dengan baik akan memberikan dampak cukup signifikan bagi kemaslahatan umat.

Program Telah Berakhir dan Usulan Untuk Memperbanyak Program di Maluku utara

Terhitung sejak 30 Desember 2025, program Zakat Mart (ZMART) BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) Republik Indonesia untuk pendampingan 50 orang saudagar di Kota Ternate Provinsi Maluku utara telah berakhir.

Program ini telah dilaksanakan terhitung sejak bulan Mei 2024 dan berakhir pada mei 2025, hanya saja diperpanjang hingga sampai bulan desember 2025 otomatis terhitung pendampingan selama 1 tahun 7 bulan.

Baznas telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 375.000.000 yang  bersumber dari Zakat, Infak dan Sedekah untuk membiayai program zmart dimana dana itu kemudian diberikan kepada masing-masing saudagar senilai Rp 7500.000 yakni dalam bentuk branding warung dan pendistribusian barang dagangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Program ZMART adalah salah satu dari sekian program BAZNAS RI dengan tujuan untuk pengentasan kemiskinan serta dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Olehnya itu karena masih banyak lagi pelaku usaha kecil di kota ternate membutuhkan sentuhan dan pendampingan untuk maju, berkembang dan mampu bertahan di tengah persaingan toko ritel.

Olehnya karena itu pada tahun 2026 ini diharapkan BAZNAS RI lebih banyak sharing program dengan BAZNAS Kabupaten Kota di wilayah Provinsi Maluku Utara sehingga dapat menjangkau semua pelaku usaha yang ada.

Pendamping juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr.KH Noor Achmad, Koordinator Progam ZMART BAZNAS RI, Adi Kusuma dan Muhammad Fajar, Ketua BAZNAS Maluku utara Fade Hi Ali bersama komisioner dan Ketua BAZNAS Kota Ternate Drs.H Adam Marus bersama komisioner, M Maqbul selaku Kepala Pelaksana Baznas Kota Ternate karena atas arahan selama pendampingan sehingga program berjalan dengan baik.(*)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *