KONDISI cuaca laut belakangan ini tak menentu, alam memberikan tanda agar segala aktivitas apapun selalu hati-hati.
Pasalnya, hari Jumat (23/1/2026), kemarin baru saja terjadi peristiwa kecelakaan laut sebuah longboat tenggelam di perairan Bibinoi Halsel akibat dihantam ombak dan kapalnya terbalik 1 orang dinyatakan meninggal dunia, 1 orang lagi dalam pencarian. Sementara puluhan penumpang lain selamat.
Kini informasi kecelakaan laut kembali terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dimana seorang nelayan bernama Resin 45 tahun warga asal Kabupaten Minahasa Provinsi Sulut, hilang kontak di ibu Halbar.
Informasi hilangnya nelayan tersebut diterima Kantor SAR Ternate dari Robert (Rekan Korban).
Kronologi kejadian pada tanggal 20 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIT, korban berpamitan kepada rekannya yang sedang menjaga rumpon. Korban menyampaikan rencana menuju Kecamatan Ibu menggunakan long boat, dengan tujuan melanjutkan perjalanan mudik ke Bitung, Sulawesi Utara melalui Pelabuhan Jailolo.
Rekan korban sempat melarang untuk berangkat karena kondisi cuaca sedang buruk, namun korban tetap melanjutkan perjalannya. Pada tanggal Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIT, Istri korban menghubungi Bapak Robert untuk menanyakan keberadaan korban. Namun, setelah dilakukan penelusuran dengan menanyakan kepada rekan-rekan korban, tidak ada yang mengetahui keberadaan korban, dan korban juga tidak dapat dihubungi.
Pada tanggal 24 Januari 2026 pukul 06.50 WIT, Bapak Robert melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate dan meminta perbantuan SAR.
Pada tanggal 24 Januari 2026 pukul 07.05 WIT, Kantor SAR Ternate memberangkatkan Tim SAR Gabungan dengan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata bergerak menuju LKK untuk melaksanakan pencarian korban. Jelas Iwan Ramdani selaku Kepala Kantor SAR Ternate.
Iwan menambahkan. Jarak dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju LKP yaitu 36.64 NM dan Tim akan melaksanakan pencarian di perairan sebelah Barat Kab. Halmahera Barat dengan luas area pencarian ± 114 Nm.(*)
Penulis : Hms
Editor. : S.S.Suhara






