KERUSAKAN parah dermaga kayu di Desa Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Dermaga yang selama ini menjadi urat nadi transportasi laut masyarakat dibiarkan dalam kondisi nyaris ambruk, dengan papan lantai patah, berlubang besar, dan bergeser dari rangkanya.
Pantauan di lapangan, Selasa (16/12/2025), menunjukkan jembatan kayu tersebut tidak lagi layak digunakan sebagai fasilitas umum. Sejumlah lubang hanya ditutup papan seadanya, sementara struktur penyangga terlihat rapuh dan berpotensi roboh kapan saja.
Dermaga ini bukan hanya digunakan warga Desa Daruba, tetapi juga menjadi akses utama masyarakat Desa Galo-galo dan Kolorai untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari naik-turun perahu, bongkar muat hasil laut, hingga mobilitas nelayan dan warga antarwilayah sepenuhnya bergantung pada dermaga tersebut.
Warga mengaku setiap kali melintas, mereka mempertaruhkan keselamatan. Risiko kecelakaan semakin tinggi pada malam hari, saat hujan, atau ketika air laut pasang.
“Ini sangat berbahaya. Kalau terpeleset bisa langsung jatuh ke laut. Sudah sering hampir celaka, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah,” ujar Syamsul bahri Ngongano, salah seorang warga.
Ironisnya, meski kerusakan telah berlangsung lama dan keluhan terus disampaikan, Pemerintah Daerah dinilai lamban dan terkesan membiarkan kondisi tersebut. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret, baik perbaikan sementara maupun pembangunan ulang secara permanen.
Padahal, dermaga ini memiliki peran vital bagi perekonomian dan keselamatan masyarakat pulau. Setiap hari, ratusan aktivitas warga bergantung pada fasilitas yang kini berada di ambang bahaya.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar papan kayu rusak,” tegas Kubes, warga setempat.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai agar segera menetapkan perbaikan dermaga sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur pesisir. Jika pembiaran terus terjadi, warga menilai pemerintah telah gagal menjamin keselamatan dan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada transportasi laut.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






