Diduga Lalai Antisipasi Angin Kencang, KM Permata Obi Tabrak KM Queen Merry di Pelabuhan Jailolo

Tak mampu kendalikan, kondisi belakang kapal saat ditabrak kapal lainnya

KECELAKAAN laut terjadi di Dermaga Pelabuhan Jailolo, Halmahera Barat, pada Senin (17/8/2026) pagi pukul 08.30 WIT. Kapal Motor (KM) Permata Obi yang baru tiba dari Manado menabrak bagian belakang KM Queen Merry yang sedang bersandar dan bersiap melepas jangkar menuju Ternate.

Kronologi kejadian bermula saat KM Permata Obi tengah melakukan manuver untuk bersandar. Ketika mendekati dermaga, kapal dihempas angin kencang yang disertai dugaan gangguan pada sistem kemudi. Akibatnya, kru kapal kehilangan kendali arah dan langsung menghantam buritan KM Queen Merry yang dijadwalkan bertolak ke Pelabuhan Dufa-Dufa pada pukul 09.00 WIT.

Benturan keras tersebut mengakibatkan KM Queen Merry mengalami kerusakan fisik berupa kebocoran di bagian bawah buritan, tepatnya pada area ruang penghancur es. Insiden ini sempat memicu kepanikan sesaat di antara para penumpang kedua kapal. Meski demikian, otoritas pelabuhan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Akibat kerusakan tersebut, KM Queen Merry terpaksa membatalkan pelayarannya. Sebanyak puluhan penumpang yang terdampak langsung dialihkan ke KM Permata Obi, yang diberangkatkan menuju Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, pada pukul 13.00 WIT.

Pihak Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor UPP Pelabuhan Jailolo segera melakukan investigasi dan memeriksa kru kedua kapal. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden ini tidak murni disebabkan oleh faktor alam. Nakhoda KM Permata Obi diduga kuat melakukan kelalaian operasional karena kurang mengantisipasi pergerakan angin, salah memprediksi kecepatan, serta tidak mematuhi prosedur keselamatan saat mendekati pelabuhan dalam kondisi cuaca buruk. Otoritas menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

Kasus ini langsung ditangani secara hukum melalui mediasi oleh KPLP dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3). Proses pemeriksaan berjalan kondusif dengan hasil kesepakatan damai.

Pihak manajemen KM Permata Obi secara resmi mengakui tanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan berkomitmen menanggung seluruh biaya perbaikan kerusakan yang dialami KM Queen Merry. Kesepakatan penyelesaian perkara ini telah dituangkan dalam Berita Acara Kejadian dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di Kantor UPP Pelabuhan Jailolo. (Al)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *