SEHARI setelah kecelakaan yang melibatkan seorang pengendara sepeda motor di sekitar lokasi panggung utama Morotai Festival (Morofest) 2026, barier pengamanan baru terlihat dipasang di sejumlah titik akses jalan.
Lokasi tersebut berada di kawasan CBD Gotalamo, tepatnya di depan Morotai Mall, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Sebelumnya, proses persiapan panggung utama Morofest di kawasan itu menjadi sorotan setelah seorang pengendara motor mengalami kecelakaan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Pantauan media ini, Kamis (8/10/2026), menunjukkan sejumlah barier plastik berwarna merah dan traffic cone dipasang melintang di badan jalan. Barier tersebut digunakan untuk membatasi akses kendaraan menuju area yang menjadi lokasi persiapan panggung utama Morofest.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya masih dapat dilalui kendaraan kini terlihat ditutup menggunakan barier. Kondisi itu membuat akses kendaraan di sekitar kawasan panggung menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.
Tak hanya persoalan pengamanan, kondisi lingkungan di sekitar lokasi panggung utama Morofest juga menjadi perhatian.
Pantauan di kawasan CBD Gotalamo menunjukkan area tersebut sempat diselimuti kabut asap akibat pembakaran sampah. Asap terlihat mengepul dari tumpukan sampah yang dibakar dan menyebar di sekitar
kawasan lokasi kegiatan.
Kondisi tersebut menambah sorotan terhadap kesiapan kawasan yang menjadi pusat kegiatan Morofest 2026, terlebih lokasi tersebut masih berada di area yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan melintas.
Pemasangan barier tersebut dilakukan sehari setelah kecelakaan yang menimpa pengendara sepeda motor berinisial RBB (19), warga Desa Sabatai Tua. Insiden terjadi ketika aktivitas persiapan panggung utama Morofest masih berlangsung dan area pekerjaan berada berdekatan dengan jalur yang digunakan masyarakat.
BA Unit Gakkum Lantas Polres Pulau Morotai, Brigpol Yustiago Tjiakra, S.H., sebelumnya membenarkan bahwa izin penggunaan jalan dari kepolisian belum diterima.
“Kalau untuk izin dari kepolisian belum ada. Nanti kita juga akan ke sana cek,” kata Yustiago saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Kondisi tersebut membuat aspek pengamanan di sekitar lokasi menjadi perhatian. Keberadaan barier, traffic cone, rambu peringatan, dan pengaturan arus kendaraan menjadi penting, mengingat aktivitas pekerjaan berlangsung di kawasan yang tetap dilalui masyarakat.
Munculnya pengamanan tambahan sehari setelah insiden kecelakaan juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pengamanan sebelum aktivitas pembangunan panggung dimulai. Publik tentu berharap langkah pengamanan tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden, tetapi sudah dipastikan sejak awal pekerjaan berlangsung.
Di sisi lain, persoalan pembakaran sampah dan kabut asap di sekitar lokasi juga perlu menjadi perhatian panitia serta pihak terkait. Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, asap yang menyelimuti kawasan kegiatan berpotensi mengganggu jarak pandang dan kualitas udara bagi pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Panitia Morofest 2026 bersama pihak terkait diharapkan memastikan seluruh area kegiatan memiliki sistem pengamanan dan pengelolaan lingkungan yang memadai, termasuk barier, rambu peringatan, penerangan, pengaturan arus lalu lintas, serta memastikan tidak ada aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi kegiatan.
Langkah tersebut penting agar rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Morofest 2026 tidak kembali menimbulkan risiko bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.(*)






