WAKIL Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Morotai Festival (Morofest) 2026 yang berlangsung di kawasan Central Business District (CBD), Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (30/10/2026) malam.
Penutupan festival tersebut dilakukan Rio Cristian Pawane mewakili Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, yang ditandai dengan penyampaian sambutan sekaligus pernyataan resmi berakhirnya seluruh rangkaian Morofest 2026.
Dalam sambutannya, Rio menyampaikan bahwa pelaksanaan Morofest selama lima hari bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi pariwisata, budaya, sejarah, serta kreativitas masyarakat Kabupaten Pulau Morotai.
Menurutnya, Morotai memiliki kekayaan alam dan sejarah yang menjadi keunggulan tersendiri untuk diperkenalkan kepada wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
“Morotai bukan sekadar gugusan pulau di utara Maluku, melainkan daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakat yang patut diperkenalkan kepada dunia,” sambut Rio.
Ia menyebutkan, sejumlah destinasi wisata unggulan Morotai seperti Pulau Dodola, Tabailenge, Pulau Rao, Tanjung Gorango, Pantai Nunuhu hingga Pantai Armydok memiliki daya tarik yang harus terus dikembangkan.
Selain keindahan alam, Morotai juga memiliki nilai sejarah Perang Dunia II tahun 1944 yang menjadikannya salah satu pangkalan strategis Sekutu dalam Perang Pasifik.
Rio berharap, wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam Morotai, tetapi juga mengenal sejarah, merasakan keramahan masyarakat, serta membawa pulang pengalaman yang dapat diceritakan kepada dunia.
“Keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari ramainya pengunjung selama festival berlangsung, tetapi juga dari manfaat ekonomi dan nilai tambah yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas produk UMKM, menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan budaya, serta membangun keramahan sebagai identitas masyarakat Morotai.
Dalam kesempatan tersebut, Rio juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, jajaran perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, komunitas, peserta lomba, insan pers, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Morofest 2026.
Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan festival masih memiliki sejumlah kekurangan. Pemerintah daerah, kata dia, akan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Segala kekurangan akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya lebih baik, lebih berkualitas, dan memberikan manfaat yang semakin nyata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rio mengajak wisatawan nusantara maupun mancanegara agar tidak hanya datang ke Morotai ketika festival berlangsung, tetapi menjadikan Morotai sebagai destinasi wisata sepanjang tahun.”Let’s come to Morotai, anytime. Not just during the festival!” ajaknya.
Ia menegaskan, festival boleh berlangsung hanya beberapa hari, tetapi pesona alam, budaya, dan sejarah Morotai tersedia sepanjang tahun.”Kita ingin Morotai bukan sekadar menjadi tempat yang dikunjungi, melainkan pengalaman yang dikenang dan diceritakan kembali kepada dunia,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Rio Cristian Pawane secara resmi menyatakan Morotai Festival 2026 ditutup.
Penutupan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam membangun sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Pulau Morotai.(*)
Penulis : Moh : Editor : Redaksi






