Ancaman Efisiensi Terhadap Pengaruh di Daerah, Solusinya ; Galakan Semua Sektor Penghasil

Ketua DPD KNPI Pulau Morotai Zulkifli Samania

DI tengah ramean gaung kebesaran arah kebijakan presiden RI, tiba-tiba “majalah internasional the economy ” menyoroti arah kebijakan presiden RI, para media internasional menilai kebijakan presiden berpotensi membebani keuangan negara di saat kuatnya tekanan ekonomi global,

Kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah di sebabkan penghematan pada sektor unggulan hingga melebihi -lebihkan pada pembiayaan sektor in-rell akhirnya batas defisit telah melampaui anggaran negara, sementara tekanan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar America. sehingga memerlukan opsi antisipasi yang serius sebab setiap opsi memiliki resiko politik yang cukup besar. lantas timbul pertanyaan, apa pengaruhnya di daerah…?

Tentu resikonya besar bagi daerah, penghematan dan pemangkasan transfer daerah, dengan keterbatasan ruang fiskal yang cukup sempit, menjadikan alaram serius atau lampu merah terhadap kepala daerah demi menjadi stabilitas keuangan daerah, belum lagi ditengah tekanan hutang pertahun. tentu mempengaruhi sentimen terhadap beban yang ada, sehingga perlu langka strategis untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas keuangan daerah.

Lantas opsi apa yang mesti dilakukan pemerintah daerah di tengah penyempitan fiskal dan tekanan efesiensi…?

Kita tahu bahwa Morotai merupakan daerah strategis di wilayah maritim Pasifik. keunggulannya pada sejumlah sektor membuat daerah tersebut di sebut-sebut sebagai gerbang ekonomi, KEK, 10 Bali baru, sekaligus menyabet sebagai 10 kota spesial. Hal ini tentu Morotai tak sekedar nama namun memiliki alasan yang kuat sehingga layak di lakukan pengembangannya sebagai gerbang ekonomi pasifik.

Oleh karena itu demi menjawab tantangan efesiensi yang terus – menerus menjadi menjadi alaram bagi penguasa hari ini, maka sinergitas kolaborasi baik DPRD dan pemerintah mesti lebih serius untuk menggarap sektor-sektor penghasil sebagai sorotan utama. Morotai tak dapat tumbuh dengan berharap pada APBD semata, pertanian pariwisata dan perikanan mestinya menjadi fokus yang terus diperhatikan.

Pada liding pertanian misalnya, fokusnya tidak hanya petani ladang, tetapi para penguasa kopra berskala kecil harus di perhatikan. “Dari penguasa kecil kalau berkembang ada nilai tamba buat PAD. Perusahan daerah juga perlu di aktifkan. agar hasil pertanian masyarakat ada nilai tamba. menjaga kemungkinan ketika pasar ful stok hal yang paling mungkin perusda dapat membeli hasil produksi masyarakat. Di tengah krisis daya beli.

Sektor-sektor penghasil ini yang mesti di gerakan secara full, pariwisata dan perikanan juga perlu di mendapat sorotan. Dua keunggulan daerah yang mungkin menjadi mesinnya Morotai, terutama para nelayan pemberian KUR nelayan harusnya di permudah, bila perlu pemerintah turun ke bawah bersama pihak yang berwenang. memberi akses lebih luas, dan cepat. terhadap kebutuhan para nelayan. .

Demikian pula sektor pariwisata, ada banyak keunggulan yang belum di garap secara baik. Perda tentang kepariwisataan menjadi masalah serius akibat dari pengelolaan dan pengawasan belum maksimal berjalan. padahal ini salah satu maldivesnya Morotai, kurangnya aneka kegiatan yang mampu mendorong minat para wisatawan ke Morotai. Artinya kalo jualan kita bagus maka pembeli ramai, sehingga inovasi harus di perkuat. dan tentang kepariwisataan memang membutuhkan peran semua stekholder sebab menggerakkan pariwisata semua unsur mesti terlihat aktif. Sebab hal menyangkut kenyamanan pariwisata ke Morotai.

Pada prinsipnya semua sektor jika berjalan baik di butuhkan peran mendalam semua unsur. bahwa cara-cara kita untuk terus berada pada zona nyaman mesti segerah di akhiri. bahwa semua tidak instan perubahan butuh peran dan campur tangan semua pihak. dan jika kita cinta negri ini. waktunya berbenah kerja untuk daerah demi masyarakat Morotai.(*)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *