Halbar Raih Juara 1 Pada Lomba Musik Yangere Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2025

RANGKAIAN Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Lomba Musik Yangere Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 resmi ditutup dengan penuh khidmat di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Minggu (14/09/2025).

Acara penutupan dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Utara , Sherly Tjoanda, beserta Sekda Provinsi, rombongan Forkopimda, Kakanwil Kemenag Malut beserta Jajarannya,Ketua LPPD Maluku Utara.

Kedatangan Gubernur disambut dengan tarian adat Cakalele dan pemasangan syal kehormatan. Suasana semakin meriah dengan tarian kolosal Sanggar Dabiloha Kabupaten Halmahera Utara, yang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Laporan Ketua Panitia

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan kehadiran peserta yang tampil maksimal sejak pembukaan oleh Wakil Gubernur. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari persiapan menuju Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari.

“Para peserta tampil penuh semangat, namun dari kacamata dewan juri masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan. Karena itu, eksibisi seperti ini penting, bahkan kami merencanakan tahap kedua pada 2026 dalam bentuk daring,” ujarnya.

Pengumuman Pemenang Lomba Musik Yangere

Berdasarkan SK Dewan Juri Nomor 001/LMY/IX2025 yang dibacakan Ketua Dewan Juri Untung Siahaan, berikut hasil Lomba Musik Yangere:

Juara Harapan 3 : Kota Ternate, nilai 76

Juara Harapan 2 : Kota Tidore Kepulauan, nilai 78,5

Juara Harapan 1 : Kabupaten Halmahera Tengah, nilai 80

Juara 3 : Kabupaten Halmahera Timur, nilai 82,5

Juara 2 : Kabupaten Halmahera Utara, nilai 84

Juara 1 : Kabupaten Halmahera Barat, nilai 88

Dengan demikian, Kabupaten Halmahera Barat berhasil meraih Juara 1 Lomba Musik Yangere Tahun 2025. Hadiah dan penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Utara.

Sambutan Gubernur Maluku Utara

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan Pesparawi dan Lomba Musik Yangere.

“Pertama-tama, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan kuasa-Nya, kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik, cuaca mendukung, peserta sehat, dan semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan bahwa Pesparawi dan Lomba Musik Yangere bukan sekadar lomba, melainkan bentuk memuji Tuhan melalui talenta yang dianugerahkan sekaligus mempererat persaudaraan antar kabupaten/kota dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Malut, LPPD, para juri, pelatih, serta seluruh peserta. Kepada para juara, Gubernur berpesan untuk terus melatih diri agar dapat berprestasi di tingkat nasional.

“Iman bukan berarti bebas dari masalah, tetapi percaya bahwa kita memiliki Tuhan yang lebih besar dari persoalan kita. Kita memang tidak bisa mengendalikan angin atau hal-hal eksternal, tetapi kita bisa mengendalikan hati kita—tetap berharap, tetap jujur, tetap beriman, dan tetap melayani dengan tulus,” pesan Gubernur menutup sambutannya.

Usai sambutan Gubernur Maluku Utara memberikan stimulus kepada peserta eksebisi dan  piala kepada juara lomba musik Yangere 2025. Peserta eksebisi yang menerima stimulus: Solo anak usia 7-9 Tahun, Solo anak usia 10-13 tahun, solo remaja pemuda puteri, solo remaja pemuda putera,musik pop gerejawi, Vocal Grup, paduan suara anak, paduan suara remaja pemuda, paduan suara wanita, paduan suara pria dan paduan suara dewasa campuran.

Apresiasi Kakanwil Kemenag Maluku Utara

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf yang berkesempatan turut memberikan piala kepada pemenang lomba musik Yangere, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

Ia menekankan bahwa Pesparawi dan Lomba Musik Yangere bukan hanya ajang seni, tetapi juga media membangun kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta meneguhkan semangat kebersamaan masyarakat Maluku Utara.

“Ini adalah ruang perjumpaan lintas kabupaten/kota yang penuh persaudaraan. Kami berharap ke depan Maluku Utara dapat semakin siap dan solid untuk tampil di kancah nasional,” ujar Kakanwil.

Penutupan Acara

Rangkaian acara penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Maluku Utara beserta Kakanwil Kemenag Malut dan Forkopimda sebagai tanda resmi berakhirnya kegiatan. Selanjutnya dilakukan penurunan bendera LPPD diiringi Mars Pesparawi, doa bersama, sesi foto bersama Gubernur, serta persembahan aubade Musik Yangere sebagai penutup.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat, serta menjadi momentum penting untuk mempersiapkan Maluku Utara menghadapi Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari.(*)

Penulis : HMS
Editor. : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *