Warga Desa Sopi Desak Pemda Morotai Bangun Talud Penahanan Ombak

Rumah warga terancam ambruk akibat abrasi pantai

WARGA Desa Sopi, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai yang dinilai lalai dan tidak serius menangani ancaman abrasi pantai di wilayah mereka. Hingga tahun 2026, pembangunan talud penahan ombak yang dijanjikan sejak 2014 tak kunjung direalisasikan, sementara keselamatan warga terus terancam.

Abrasi pantai di Desa Sopi kini berada pada kondisi mengkhawatirkan. Sejumlah rumah warga di RT 02 dan RT 03 mengalami kerusakan berat akibat hantaman ombak besar. Longsoran tanah terus terjadi dan jarak antara rumah warga dengan bibir pantai semakin menyempit.

Setiap malam, warga hidup dalam ketakutan. Saat air pasang naik, ombak kerap menerjang permukiman, memaksa warga berjaga hingga dini hari. Bahkan, hampir setiap pagi sekitar pukul 05.00 WIT, warga harus mengevakuasi diri ke tempat aman karena khawatir rumah mereka roboh.

Warga menilai Pemda Morotai hanya pandai berjanji tanpa realisasi nyata. Janji pembangunan talud yang disampaikan sejak 2014 hingga kini tak pernah diwujudkan, sementara dampak kerusakan terus membesar dan berpotensi memakan korban jiwa.

Samiun Kodobo, salah satu warga Desa Sopi, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bertanggung jawab jika terjadi korban akibat kelalaian ini.

“Kalau Pemda tidak serius, kami pastikan korban jiwa akan terjadi. rumah kami sudah longsor parah”.Tegas Samiun, jum’at (09/01/2026).

Kritik serupa juga disampaikan Anti, salah satu ibu rumah tangga di Desa Sopi. Ia mengaku warga sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan tanpa kepastian dari pemerintah.

“Setiap malam kami tidak bisa tidur tenang. Ombak datang kapan saja. Kami cuma minta talud supaya bisa hidup dan tidur dengan nyaman. Itu hak kami sebagai warga,” ujarnya.

Warga menilai ketidakseriusan Pemda Morotai dalam membangun talud penahan ombak menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat pesisir. Mereka mendesak agar pemerintah daerah berhenti memberikan janji kosong dan segera mengambil langkah konkret sebelum bencana yang lebih besar terjadi.

Jika talud tidak segera dibangun, warga memperingatkan bahwa kerusakan rumah akan semakin meluas dan ancaman korban jiwa tinggal menunggu waktu. Pemda Morotai diminta bertanggung jawab penuh atas risiko yang ditanggung masyarakat Desa Sopi akibat kelalaian bertahun-tahun ini.(*)

Penulis : Moh

Editor.   : S.S.Suhara

 

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *