PDAM Klarifikasi Insiden Pipa Pecah di Dehegila: Bukan Kelalaian, Gangguan Bisa Terjadi Kapan Saja

Kepala PDAM Morotai Didik C

PERUSAHAAN  Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi terkait insiden pipa air pecah di Desa Dehegila Kecamatan Morotai selatan yang menyebabkan aspal jalan membengkak dan mengakibatkan kecelakaan tunggal bagi sejumlah pengendara sepeda motor.

Direktur PDAM Pulau Morotai, Didik Contianto, menegaskan bahwa kejadian pipa pecah tersebut bukan merupakan bentuk kelalaian, melainkan gangguan teknis yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan tidak mengandung unsur kesengajaan dari pihak PDAM.

“Gangguan pipa itu bisa terjadi kapan saja. Pecahnya pipa tidak ada unsur sengaja. Bisa karena faktor alam, tekanan air, usia pipa, atau faktor teknis lainnya. Kalau dikatakan kelalaian, seharusnya ada unsur kesengajaan atau pembiaran, dan itu tidak terjadi,” ujar Didik, Selasa (06/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi di Desa Dehegila, tetapi juga kerap terjadi di wilayah pusat kota. Bahkan dalam beberapa kasus, kebocoran pipa menyebabkan genangan air di sepanjang jalan hingga menyerupai banjir, namun tetap ditangani oleh petugas PDAM sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Didik mengakui bahwa keterlambatan penanganan di Dehegila dipengaruhi oleh keterbatasan personel, mengingat seluruh petugas teknis saat itu sedang menangani pekerjaan lain, seperti pemasangan pipa baru di Desa Muhajirin serta perbaikan pipa induk yang pecah di lokasi berbeda.

“Semua personel teknis kami sedang berada di lapangan untuk pemasangan pipa di Desa Muhajirin. Di kantor hanya tersisa tiga staf perempuan. Namun demikian, kami tetap berupaya melakukan penanganan secepat mungkin,” jelasnya.

Direktur PDAM juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan perbaikan pipa di Desa Dehegila secepatnya dan memastikan pelayanan air bersih serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami terus berusaha membenahi setiap gangguan yang terjadi. Perbaikan di Dehegila kami pastikan segera dituntaskan,” tegas Didik.

Meski demikian, PDAM menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang dialami para pengendara dan membuka diri terhadap evaluasi serta masukan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah agar sistem penanganan gangguan ke depan dapat berjalan lebih cepat dan responsif.(*)

Penulis : Moh

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *