EK-LMND Morotai Bongkar Proyek Labkesmas Rp15,3 Miliar Diduga Gagal Target

Proyek pembangunan yang belum selesai dikerjakan

PROYEK pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp15,3 miliar yang bersumber dari APBD kian menuai kritik tajam. Proyek strategis sektor kesehatan ini dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan dan terancam gagal mencapai target waktu penyelesaian.

Dikerjakan oleh PT Wahana Dimensi Indonesia dengan masa kontrak 150 hari kalender sejak pertengahan Agustus 2025, proyek ini seharusnya rampung pada Desember 2025. Namun hingga awal Januari 2026, progres fisik di lapangan diperkirakan baru mencapai 35–40 persen, jauh dari standar kelayakan penyelesaian proyek.

Fakta di lapangan, selasa (06/01/2026), menunjukkan pekerjaan masih berkutat pada tahap struktur. Bekisting dan rangka besi kolom masih terbuka, sementara pekerjaan finishing belum terlihat. Kondisi ini memperkuat dugaan lemahnya manajemen proyek serta minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Ketua EK-LMND Morotai, Habib Inga, menilai keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi buruknya tata kelola proyek dan potensi pemborosan uang rakyat.

“Ini proyek kesehatan yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Jika dibiarkan molor, ini bentuk kelalaian serius,” tegasnya, Selasa (06/01/2026).

Ia menegaskan, sesuai aturan pengadaan barang dan jasa, kontraktor dapat dikenakan denda keterlambatan 1/1000 per hari dari nilai kontrak, bahkan berujung sanksi administratif hingga blacklist jika terbukti tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Namun sorotan juga diarahkan kepada Dinas Kesehatan dan PPK yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan.

EK-LMND Morotai mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai membuka secara transparan progres fisik dan keuangan proyek serta meminta Inspektorat Daerah dan BPK turun tangan melakukan audit. Jika ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan, mereka menegaskan aparat penegak hukum harus segera bertindak.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Wahana Dimensi Indonesia maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai belum memberikan klarifikasi resmi terkait lambannya progres proyek Labkesmas tersebut.(*)

Penulis : Moh
Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *