FKUB Malut Imbau Masyarakat Jangan Terpancing Isu Agama di Tengah Konflik Antarwarga di Halmahera Tengah

Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud

BENTROKAN antarwarga desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara pada Jumat (3/4/2026) memantik perhatian ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malut Adnan Mahmud.

Ia menilai bentrokan antarwarga tersebut dipicu oleh persoalan-persoalan non agama, sehingga pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak memunculkan sentimen agama untuk memperkeruh suasana di Halmahera Tengah.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bijak menyikapi bentrokan antarwarga di Halmahera Tengah, serta tetap menjaga kebersamaan dan kedamaian di Maluku Utara.

“Yang jelas bahwa konflik antarwarga di Halmahera Tengah bukan dipicu oleh sentimen agama, jadi jangan terjebak dengan isu-isu yang digulirkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Adnan saat dihubungi via ponsel, Sabtu (4/4/2026).

Selain itu, ia menyampaikan bahwa konflik antarawarga desa Banemo dan Desa Sibenpopo telah ditangani pihak kepolisian dan TNI untuk memastikan rasa aman dan damai, sehingga masyarakat diminta menahan diri dan tidak terpengaruh beragam informasi menyesatkan yang memicu terjadinya ketidakharmonisan dalam kehidupan.

“Mari kita men-support pihak kepolisian dan TNI, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Adnan yang juga sebagai Rektor IAIN Ternate itu, meminta kepada masyarakat agar jangan membuat gaduh dengan menebar sentimen-sentimen agama terkait konflik antarwarga dua desa tersebut di ruang digital. Menurut dia, informasi yang beredar di media sosial kerap dipandang menyulut emosi warga.

Ia menambahkan, disaat pihak kepolisian dan TNI telah meredam dan menciptakan suasana damai pasca konflik, maka dipastikan tidak lagi muncul potensi konflik, lantaran masyarakat di Halmahera Tengah sangat dikenal menjunjung falsafah fagogoru, yakni menjaga nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan untuk kemajuan daerah.

“Mari kita sama-sama mendukung peran pihak kepolisian dan TNI untuk menciptakan susana damai di Halmahera Tengah, serta saling mengedukasi untuk menjaga kebersamaan dan kedamaian di Maluku Utara,” pintanya menandaskan. (*)

Penulis : HMS

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *