PEMERINTAH Daerah Kabupaten Halmahera Utara bersama Kepolisian Resor Halmahera Utara menggelar Apel Pasukan Operasi AMAN NUSA I Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi konflik sosial, guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Maluku Utara.
Kegiatan apel yang dilaksanakan pada Senin, 7 April 2026, bertempat di halaman Polres Halmahera Utara, dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, selaku Inspektur Upacara. Apel ini dilaksanakan secara serentak sebagai bagian dari langkah strategis dalam menghadapi dinamika kamtibmas di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan jajaran terkait, di antaranya Wakil Bupati Halmahera Utara, Dandim 1508/Tobelo, Kapolres Halmahera Utara, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo, serta pimpinan instansi vertikal dan perangkat daerah lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Apel gelar pasukan ini mengusung tema “Kita tingkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi konflik sosial guna mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Maluku Utara.” Tema tersebut menegaskan pentingnya sinergi dan kewaspadaan seluruh elemen dalam menjaga keharmonisan masyarakat yang majemuk.
Dalam amanat Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara yang dibacakan oleh Bupati, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi konflik sosial. Selain itu, apel ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan keterpaduan langkah antar instansi.
Pemerintah daerah menilai bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Maluku Utara merupakan kekuatan besar yang harus dijaga. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memiliki potensi kerawanan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya antisipasi melalui deteksi dini, langkah preventif, serta respon cepat terhadap setiap potensi gangguan.
Beberapa potensi konflik yang menjadi perhatian bersama antara lain konflik antar kelompok masyarakat, sengketa lahan, isu SARA, serta penyebaran informasi hoaks yang berpotensi memicu perpecahan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan konflik harus dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terpadu.
Operasi AMAN NUSA I 2026 merupakan operasi kontinjensi yang mengedepankan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seluruh personel diinstruksikan untuk menjunjung tinggi profesionalitas, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Bupati juga menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan pendekatan preemtif serta preventif. Selain itu, penting untuk menjaga netralitas, menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi, serta memperkuat soliditas antar lembaga.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel dan peralatan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat harus terus dibangun guna menciptakan situasi yang harmonis dan kondusif.
Mengakhiri amanatnya, Bupati menyampaikan harapan agar seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan apel ditutup dengan pembacaan doa, laporan komandan apel, serta penghormatan pasukan. Melalui pelaksanaan operasi ini, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Halmahera Utara tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman demi terwujudnya daerah yang damai dan sejahtera.(*)
Penulis : Cheni
Editor. : S.S.Suhara






