PELAKSANAAN Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Truntum, Padang, Sumatra Barat pada Rabu, (29/04), menghadirkan salah satu agenda penting bagi LPM PTKIN se-Indonesia.
Agenda tersebut, yakni kolaborasi pengabdian kepada masyarakat (PkM) berbasis mutu sebagai bagian dari penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi.
Kegiatan PkM kolaboratif berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlusunnah Bukittinggi pada tanggal 29 April 2026 dengan melibatkan 26 LPM dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini bertajuk Kolaborasi Pengabdian Masyarakat, Pengabdian Masyarakat Berbasis Mutu: Relevansi SPMI dalam Pengembangan Destinasi Pendidikan dan Budaya Sumatera Barat.
Ketua LPM IAIN Ternate melalui press release-nya mengatakan, PkM kolaboratif yang digelar di STIT Ahlusunnah Bukittinggi menjadi wadah sinergi antarlembaga dalam mengimplementasikan nilai-nilai penjaminan mutu tidak hanya di lingkungan kampus, melainkan juga secara langsung kepada masyarakat.
Dia mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penguatan dalam bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi, khususnya terkait implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyusunan dokumen mutu, serta peningkatan kapasitas kelembagaan Materi pendampingan menekankan pentingnya penguatan SPMI.
Selain itu, lanjut dia, dibahas juga Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), serta pelaksanaan siklus mutu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) standar pendidikan tinggi.
“Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan penguatan terkait budaya mutu, akreditasi, pemanfaatan data PD Dikti dalam peningkatan mutu perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Astuti bilang, dalam kegiatan PkM, LPM IAIN Ternate menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, tidak hanya di lingkungan internal, tetapi juga bagi perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.
Untuk itu, lanjut dia, melalui kegiatan PkM kolaboratif ini, delegasi LPM IAIN Ternate berbagi pengalaman dan praktik; baik dalam pengelolaan mutu sekaligus membangun jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Pendampingan yang dilakukan, kata dia, diharapkan mampu membantu institusi mitra dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik secara berkelanjutan.
“Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarLPM se-Indonesia dalam mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, ikut hadir dalam pelaksanaan kegiatan kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, yakni Prof. Dr. Asnaini, M.A Sekretaris Presidium Lembaga Penjaminan Mutu (PILJAMU), ia juga memaparkan terkait implementasi siklus kegiatan SPMI (PPEPP). Dia berharap, melalui kolaborasi PkM terjalin sinergi berkelanjutan antara PTKIN dan perguruan tinggi mitra dalam memperkuat budaya mutu, serta mampu mendorong implementasi SPMI yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. (*)
Penulis : HMS : Editor : S.S.Suhara






