Pemda Halut Mulai Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Kualitas dan Karakter Generasi Muda

Kepala Kesbangpol Halut Jhon Anwar

PEMERINTAH Daerah Kabupaten Halmahera Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi memulai rangkaian kegiatan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.

Kepala Kesbangpol Halut, Drs. Jhon Anwar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tahapan kegiatan telah diawali dengan sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir, baik melalui sekolah-sekolah maupun media sosial.

“Tahun ini kita kembali melaksanakan seleksi Paskibraka seperti biasa, dengan sasaran utama siswa SMA kelas 10,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketentuan usia secara nasional mengacu pada rentang minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026. Namun demikian, pemerintah daerah memberikan kebijakan diskresi terbatas dengan menerima peserta minimal berusia 15 tahun guna menyesuaikan kondisi di lapangan dan menjaga optimalisasi partisipasi siswa.

Penyesuaian juga dilakukan pada persyaratan tinggi badan. Jika standar nasional menetapkan minimal 170 cm untuk putra dan 165 cm untuk putri, maka melalui kebijakan diskresi daerah disesuaikan menjadi minimal 165 cm untuk putra dan 160 cm untuk putri, tanpa mengabaikan kualitas peserta. Sementara untuk seleksi ke tingkat provinsi dan nasional tetap mengacu pada standar pusat.

Pendaftaran Paskibraka dibuka sejak 2 Maret hingga 27 Maret 2026. Namun, karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah memperpanjang masa pendaftaran hingga 8 April 2026 pukul 12.00 WIT guna memberikan kesempatan lebih luas kepada para peserta.

Seleksi awal telah dilaksanakan pada 7 April di sejumlah kecamatan, dengan fokus pada verifikasi persyaratan dasar seperti tinggi dan berat badan serta kesiapan fisik. Selain itu, peserta juga akan mengikuti Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dijadwalkan pada 14 April 2026, sebagai bagian dari tahapan seleksi lanjutan.

Untuk mengatasi kendala administrasi, khususnya surat keterangan kesehatan, panitia memberikan kelonggaran berupa surat pernyataan kesediaan menjalani pemeriksaan kesehatan pada tahap lanjutan. Pemeriksaan medis secara menyeluruh tetap menjadi syarat wajib bagi peserta yang lolos tahap berikutnya.

Antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan aktif para guru dalam mendampingi siswa serta membantu melengkapi berkas seperti surat keterangan dari sekolah dan persetujuan orang tua.

Selain itu, terdapat kebijakan baru dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yaitu peserta diwajibkan memiliki nilai minimal 70 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hal ini menegaskan bahwa Paskibraka tidak hanya berfokus pada keterampilan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah juga telah mendistribusikan materi pembelajaran Pancasila ke sekolah-sekolah untuk dipelajari oleh peserta.

Dalam waktu dekat, panitia akan menetapkan peserta yang lolos seleksi awal untuk mengikuti tahapan lanjutan yang dijadwalkan setelah pertengahan April, meliputi tes lanjutan serta pembinaan fisik dan mental. Seluruh hasil seleksi tingkat kabupaten dijadwalkan harus sudah disampaikan ke tingkat provinsi dan BPIP RI paling lambat pada 22 April 2026.

Untuk tahun ini, kuota Paskibraka direncanakan sebanyak 40 orang, dengan kemungkinan penyesuaian sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi.

Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan mengikuti pemusatan pelatihan dengan sistem karantina dan ditempatkan di Hotel Bryken hingga pelaksanaan upacara puncak 17 Agustus. Sebagai bentuk apresiasi, para anggota Paskibraka akan menerima uang saku sebesar Rp3 juta.

Ke depan, Pemda Halut juga tengah menjajaki inovasi formasi Paskibraka agar lebih variatif serta mampu mengakomodasi kearifan lokal, tanpa meninggalkan standar nasional.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, diharapkan pelaksanaan Paskibraka tahun ini berjalan sukses serta mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa nasionalisme tinggi.

Seraya menambahkan bahwa calon paskibraka juga akan mengikuti tes urin.”Kita pastikan bahwa anggota paskibraka harus bebas narkoba dan zat adiktif lainnya,”pungkasnya.(*)

Penulis : Cheni

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *