PEMERINTAH Kabupaten Halmahera Utara menggelar Ibadah Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 pada Kamis (9/4/2026) di Gereja GBI Yesus Itu Tuhan, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIT ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” dan diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Dr. Alfred Anggui, M.Th, yang dalam khotbahnya menekankan makna kebangkitan Kristus sebagai panggilan untuk pembaruan hidup, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai Paskah, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih, pengorbanan, dan tanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Halmahera Utara, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan, jajaran ASN, serta tamu undangan lainnya dengan jumlah sekitar 500 orang.
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara menyampaikan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum reflektif untuk memperkuat integritas dan kualitas pelayanan, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai iman dalam tugas dan tanggung jawab sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, dinamika kehidupan pemerintahan tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk kritik dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, ASN diharapkan mampu bersikap bijak, profesional, serta menjadikan semangat Paskah sebagai landasan dalam bekerja secara jujur dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi, termasuk pembukaan akses ekspor produk daerah. Ia menyebutkan bahwa Halmahera Utara telah memperoleh persetujuan untuk melakukan ekspor secara langsung, yang menjadi peluang strategis dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama, lanjutnya, menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan daerah.
“ASN harus menjadi perekat sosial dan teladan dalam menjaga toleransi serta persatuan. Jangan sampai ada tindakan yang memicu perpecahan. Kedamaian adalah fondasi utama bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam kegiatan ini juga dinilai sebagai simbol kuat harmonisasi dan toleransi yang terus terjaga di Halmahera Utara. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan dan memperkuat kehidupan masyarakat yang inklusif.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah, sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 13.00 WIT dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.(*)
Penulis : Cheni
Editor. : S.S.Suhara






