MUSYAWARAH Cabang (Muscab) ke-II Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pulau Morotai menjadi momentum konsolidasi besar bagi seluruh kader partai. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Perdana pada Sabtu (18/4/2026).
Musyawarah Cabang ini tak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga penegasan arah perjuangan dan strategi menghadapi pemilu mendatang.
Ketua DPW PKB Maluku Utara, Jasri Usman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah, yakni desa atau pengurus ranting di seluruh wilayah Pulau Morotai.
Menurutnya, PKB harus memastikan struktur organisasi berjalan aktif dan solid, disertai kaderisasi yang berjenjang dan terukur. Ia bahkan menargetkan setiap anggota DPRD dari PKB wajib melaksanakan kaderisasi minimal dua kali dalam setahun.
“Setiap kaderisasi yang dilakukan, baik oleh DPC maupun anggota DPRD, minimal diikuti 20 orang. Ini penting agar proses regenerasi berjalan dan partai terus memiliki stok kader yang siap,” tegas Jasri.
Tak hanya itu, DPC PKB juga diwajibkan menggelar kaderisasi minimal satu kali dalam setahun dengan standar jumlah peserta yang sama. Langkah ini dinilai sebagai upaya serius dalam membangun kekuatan partai dari bawah secara sistematis.
Jasri menambahkan, Muscab yang digelar secara serentak di seluruh Maluku Utara bahkan Indonesia menjadi bagian dari strategi nasional PKB dalam mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik ke depan.
“PKB harus siap dari sekarang. Kita tahu setiap pemilu diikuti banyak partai, sehingga untuk menang, kita harus bekerja lebih keras dan mampu merebut kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai PKB memiliki keunggulan dibanding partai lain karena memiliki akar ideologis dan kultural yang kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, hanya ada beberapa partai yang benar-benar memiliki basis ideologi yang jelas.
“Kalau kita bicara partai ideologis, itu hanya beberapa, seperti PDI Perjuangan dengan nasionalismenya, PKS, dan PKB dengan basis Islam tradisionalnya. PKB ini dekat dengan kultur keagamaan masyarakat, ini kekuatan yang harus dimaksimalkan,” jelasnya.
Dengan kedekatan tersebut, Jasri optimistis PKB mampu berkembang lebih pesat jika seluruh pengurus memahami sejarah, ideologi, serta arah perjuangan partai.
“Maka pengurus harus mampu menggali dan memahami akar berdirinya PKB, bagaimana perjuangannya, dan bagaimana ideologi itu diterjemahkan dalam kerja-kerja politik. Kalau itu dilakukan, maka PKB akan semakin kuat sesuai dengan ciri khasnya,” pungkasnya.
Muscab II PKB Pulau Morotai dihadiri, Para Kader PKB, Ketua DPC Partai Demokrat, Rektor Unipas, Ketua Fraksi PDIP, Pengurus partai PSI dan Ketua DPC Partai Nasdem.
Muscab ini diharapkan menjadi titik awal penguatan mesin partai, sekaligus mempertegas komitmen kader dalam memenangkan hati masyarakat pada pemilu mendatang.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






