Bangun Dari Tidurmu: Mengatasi Prokrastinasi dan Rasa Malas Serta Memulai Perubahan Nyata

Oleh : Ibnu Furqan

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

“Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm: 39)

Muhajir, adalah seorang lulusan salah satu SMA di Maluku Utara, setelah lulus dua tahun lamanya ia menganggur, ia hanya duduk di rumah sambil bermain Handphone, ia hanya menunggu pekerjaan yang datang kepadanya tanpa mau berusaha, yang terbersit dalam pikirannya selalu hanyalah “ah, nanti saja” suatu kalimat yang terus diulanginya selama dua tahun itu. Di suatu waktu pada malam hari, lampu dirumahnya padam, dalam suasana gelap itu, ia merenung kemudian ia mengingat pesan mendiang bapaknya “Nak, dunia ini tidak menunggumu siap”.

Ingatan itu seolah menjadi peledak dalam dirinya. Keesokan harinya tepat pukul 5 dini hari, Muhajir bangun dan menyiapkan 10 porsi Nasi Goreng dan menjualnya di depan rumah, hanya berbekal sedikit bagian teras rumah dengan satu meja pendek ia menaruh 10 bungkus nasi goreng itu untuk di jual. Baamm.., hari itu 3 porsi terjual, ia tidak berhenti sampai di situ. Siapa sangka 3 tahun kemudian ia telah memiliki satu rumah makan dengan 5 karyawan, 2 orang bagian dapur, satu bagian kasir dan satunya lagi sebagai pramusaji.

Apa yang mengubah Muhajir hingga menjadi pedagang yang handal? bukan uang, bukan koneksi, juga bukan keberuntungan. Justru yang mengubahnya adalah keputusan 3 tahun lalu, yaitu ‘Bangun’ dan ‘Bergerak’.

ADA MUSUH DALAM SELIMUT

Ada yang tak terlihat tapi ia nyata di dalam diri, ia adalah musuh yang tidak menyerang dari luar, tapi dari dalam. Ia bukan takdir tapi kebiasaan yang telah mendarah daging. Musuh itu ada di dalam dirimu, namanya “Prokrastinasi”. Musuh ini senantiasa membisik mu dengan nada yang pelan namun meyakinkan “nanti saja,” “besok saja, masih ada waktu,” “ah, tunggu momen yang tepat.” Yah, dan kamu percaya pada kata-kata itu, lagi dan kagi, terus menerus kau percaya seolah itu mendatangkan kepercayaan dirimu. Huff..

Ketahuilah! Apa yang kamu tunda adalah versi lain dirimu yang tidak pernah lahir ke dunia ini.

Prokrastinasi, sebenarnya bukanlah soal kemalasan. Tapi mekanisme otak kita yang cenderung merasa nyaman dengan kondisi tetap di tempat. Ini sebuah fenomena yang hamper terjadi denga skala besar di dunia. Sebuah riset oleh Dr. Timothy Pychyl dkk di Procrastination Research Group, dari Universitas Carleton, Kanada, menunjukkan bahwa 20% populasi dunia adalah prokrastinator kronis — dan angka ini meningkat di era digital. Kondisi ini berbahaya, coba anda pikirkan, telah berapa banyak mimpi yang dikubur karena kebiasaan ini?

Prokrastinasi ini akan datang kepadamu dengan tiga rupa. Pertama-tama kamu akan merasa suatu hal yang dilakukan akan gagal, padahal belum lakukan. Merasa gagal adalah langkah awal dari sebuah perjalanan menuju kehancuran, dan rasa takut adalah buah dari perasaan gagal.

Kedua, anda menunda sesuatu karena merasa belum siap. Padahal kesiapan bukan lahir dari pikiran, tapi dari tindakan yang segera. Hal Ini yang membuat kebanyakan dari kita kalah sebelum memulai, kalah karena diri kita sendiri. Ketiga, anda akan menunda kesuksesan karena merasa ‘memulai’ adalah tidak penting. Anda selalu berpikir sesuatu akan berhasil karena suatu momentum, ini adalah sebuah kemunduran.

_”Jangan menunggu. Waktu tidak pernah tepat. Mulailah di mana Anda berada, gunakan apa yang Anda miliki, dan lakukan apa yang Anda bisa.” — Arthur Ashe, Petenis Legendaris Amerika_

5 DETIK YANG MENGUBAH SEGALANYA

Mel Robbins, seorang motivator, ia punya salah satu buku yang berjudul ‘The 5 Second Rule’ terbit di tahun 2017 lalu. Ia menemukan teknik paling brilian yang telah merubah haluan hidup jutaan manusia di dunia ini. Yah, Aturan 5 Detik. Anda dapat memulainya dengan hitungan mundur 5 detik: 5-4-3-2-1, lalu bergerak dan memulai, hal ini berguna untuk memaksimalkan tekad anda sebelum otak menyabotase dengan pikiran-pikiran yang mengganggu kemajuan. Apakah ini akan berhasil?

Ya! Dalam anatomi tubuh manusia, ada bagian depan otak yang bernama Korteks Prefrontal, ini CEO-nya otak, ia memegang kendali eksekutif dari sebuah keputusan yang diambil. Dan cara kerja prefrontal hanya memiliki 5 detik peluang sebelum system otak yang bekerja sebagai sumber emosional mengambil kendali dan berkata secara senyap dalam diri anda, “Nanti sajalah”. Jika ini rutin dijadikan sebagai kebiasaan, maka ia akan merubah hidupnya menjadi lebih berkualitas.

MARI KITA MULAI!

Langkah-langkah yang mesti diambil adalah dari yang terkecil. Anda bias memulainya dengan langkah praktis berikut:

1. Buat ‘Daftar Satu Tindakan’, satu hal yang WAJIB Anda selesaikan hari ini.

2. Gunakan Teknik 5 Detik: 5-4-3-2-1, langsung bergerak!

3. Ciptakan momen ‘start’, aktivitas kecil yang menandai dimulainya waktu produktif Anda, contohnya, seduh kopi, lalu buka laptop.

4. Hapus notifikasi HP selama 1 jam pertama setelah bangun tidur

5. Rayakan setiap langkah kecil, bukan hanya hasil akhir

Anda juga bias tambahkan latihan 5 menit sebelum memulai segalanya:

1. Tulis 1 hal yang anda syukuri hari ini

2. Tulis satu tindakan terpenting yang anda lakukan hari ini

3. Tulis satu alasan, mengapa tindakan yang anda ambil penting di masa depan

4. Baca ulang tulisan anda, ambil napas dalam-dalam, lalu mulailah!

_”Disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian.” — Jim Rohn, Filosofer & Pakar Pengembangan Diri.(*)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *