Museum Perang Dunia II Morotai Belum Diresmikan, Hasil Rehabilitasi Rp 583 Juta Sudah Difungsikan

Musium perang dunia ke dua

MUSEUM Perang Dunia II Morotai yang berada di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mulai kembali difungsikan usai menjalani rehabilitasi berat dengan anggaran mencapai Rp583 juta. Meski belum diresmikan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, museum tersebut kini telah siap digunakan sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata sejarah, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, rehabilitasi museum merupakan bagian dari paket pekerjaan “Rehabilitasi Berat Museum Perang Dunia Kedua Juanga” yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai.

Paket pekerjaan tersebut tercatat dengan kode tender 10069984000, memiliki nilai pagu anggaran sekaligus Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp583.667.000, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Proyek rehabilitasi masuk dalam kategori pekerjaan konstruksi dan saat ini telah dinyatakan selesai dikerjakan.

Pantauan media ini di lokasi pada Senin (25/5/2026), menunjukkan bangunan museum mengalami perubahan yang cukup signifikan. Secara fisik, museum kini tampak lebih representatif dengan sentuhan desain modern tanpa menghilangkan identitas sejarahnya sebagai saksi jejak Perang Dunia II di Pulau Morotai.

Tampak bagian depan bangunan lebih tertata dengan dominasi warna krem yang dipadukan atap merah marun. Di sisi bangunan juga terlihat relief bernuansa peperangan yang memperkuat karakter museum sebagai pusat dokumentasi dan penyimpanan benda maupun jejak sejarah Perang Dunia II di Morotai.

Sebagai salah satu wilayah strategis Sekutu di kawasan Pasifik pada masa Perang Dunia II, Pulau Morotai memiliki nilai historis yang kuat. Karena itu, keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan yang ingin memahami lebih jauh sejarah Morotai dalam pusaran perang dunia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Arifin Yusuf, saat dikonfirmasi media ini mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal peresmian museum pascarehabilitasi.

“Kalau untuk kapan diresmikan, saya belum tahu. Setahu saya museum ini dulu sebelum SAIL Morotai dibangun oleh provinsi, kemudian diserahkan ke daerah dan sebelumnya berada di bawah Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab,” ujar Arifin saat ditemui di ruang kerjanya.

Arifin menambahkan, pihaknya juga belum menerima informasi resmi terkait agenda peresmian museum tersebut.

“Setelah rehabilitasi selesai, saya juga belum mendapat informasi apakah akan diresmikan atau tidak,” katanya.

Meski belum diresmikan secara formal, Arifin memastikan museum saat ini sudah dapat dikunjungi oleh masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa, baik dari Pulau Morotai maupun luar daerah seperti Tobelo.

“Sudah bisa dikunjungi masyarakat, pelajar dan mahasiswa, termasuk dari luar daerah,” tambahnya.

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah, Museum Perang Dunia II Morotai juga diproyeksikan menjadi salah satu penggerak sektor wisata sejarah di Pulau Morotai. Kehadiran museum ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Meski belum diresmikan secara resmi, masyarakat berharap museum yang telah direhabilitasi dengan anggaran ratusan juta rupiah itu dapat segera dioperasikan secara maksimal dan dikelola secara profesional agar menjadi ikon wisata sejarah yang mampu memperkenalkan Pulau Morotai di tingkat nasional hingga internasional.(*)

Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *