Intens Menumbuh-kembangkan Kebudayaan di Taliabu, Komunitas Soang Walu Kembali Gelar Karantina Tahap II

PIKIRANPOST.COM–Intens dalam hal kebudayaan, komunitas Soang Walu Taliabu kembali menggelar karantina Budaya kepada generasi muda dan perempuan.

Sebelumnya karantina serupa di Tahap I juga telah di lakukan dengan topik tentang kearifan lokal. Kali ini, karantina Tahap II, soang Walu Taliabu menyisir siswa siswi SMA N 1 pulau Taliabu dengan topik pewarisan budaya melalui bahasa yang di helat di Aula SMA setempat, pada Kamis 8 Agustus 2024.

Dua narasumber dari kampus ternama ikut di hadirkan dalam kegiatan ini, diantaranya Dekan fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Dr. Bondan Kanumowoso dan dosen Antropologi sosial ilmu Budaya Unkhair Ternate, Hudan Irsyadi.

Dr. Bondan Kanumowoso yang menjelaskan Bahasa dalam konteks ke-Indonesiaan kepada peserta mengungkapkan bahwa Bahasa menjadi faktor terpenting bagi bangsa Indonesia.

“Bangsa Indonesia terdiri dari 478 suku dan 742 bahasa/dialek. Begitu beragamnya suku dan bahasa di Indonesia sehingga tanpa adanya bahasa pemersatu akan sulit membayangkan bangsa Indonesia dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. “Ungkapnya.

Bondan bilang dengan kekayaan 742 bahasa/dialek daerah yang di gunakan secara aktif oleh masyarakat Indonesia, maka bahasa daerah merupakan sumber potensi budaya Indonesia yang tidak ternilai.

“Arti penting bahasa daerah telah di akui UNESCO dengan di tetapkan ya tanggal 21 februari sebagai bahasa hari bahasa Ibu. Pengakuan ini mengingat betapa pentingnya penggunaan pengembangan bahasa daerah bagi masyarakat dan pendukungnya,”jelasnya.

Bondan lalu mendorong agar bahasa dapat di kembangkan sebagai upaya untuk mendorong kemajuan daerah yang tidak saja melalui pembagunan ekonomi dan fisik semata, melainkan juga melalui sosial budaya serta nilai-nilai luhur yang di kandungnya.

“Hal diarahkan pada pemberdayaan bahasa daerah yang memiliki sinergi dengan bahasa nasional, ini adalah bentuk perwujudan semangat ke Indonesian pada bangsa yang sangat menghargai nilai-nilai bhineka Tunggal Ika,”tandas dia.

Sementara itu Hudan Isyadi menegaskan dalam konteks pewarisan budaya, Bahasa menjadi salah satu hal yang sangat penting.

“Pemajuan kebudayaan bahasa menjadi sala satu dari 10 objek kebudayaan di antaranya Ada tradisi Lisan, Manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, permainan rakyat dan olahraga Tradisional. Tutup peneliti asosiasi tradisi Lisan Maluku Utara ini. (*)

Penulis : EL

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *