Kadinkes Morotai Diduga Ancam Nakes, Laporan Dana BOK dan BPJS Puskesmas Daruba Memanas

Para Nakes saat datang ke Polres Morotai untuk mencabut laporan

ISU tak sedap menerpa Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Pulau Morotai. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Diana Pinangkaan, diduga mengintimidasi sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang melaporkan persoalan pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan dana BPJS di Puskesmas Daruba.

Isu ini sekarang menjadi sorotan tajam. Pasalnya, setalah mendatangi Puskesmas Daruba, puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) langsung ramai-ramai ke Polres Morotai.

Kedatangan para Nakes di Polres Morotai tentunya guna ingin mencabut Laporan Polisi terkait dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan BPJS Puskesmas Daruba Tahun 2025 yang telah dilaporkan sejak tanggal 20 Januari 2026.

Seorang Nakes saat dikonfirmasi wartawan, rabu (11/02/2026) membenarkan kedatangan Kadinkes Morotai di Puskemas Daruba dan melaksanakan Rapat perihal Laporan Polisi Dana BOK dan BPJS Tahun 2025.

“Iya benar, sekitar jam 11 siang tadi Kadinkes dan dua staf dari Dinkes datang dan kita rapat dengan 36 Nakes Puskesmas ditambah yang sudah lepas piket jadi sekitar 40 orang, dalam rapat itu juga di bahas soal Laporan Dana BOK itu,” ungkap Nakes yang enggan menyebut namanya

Ia menjelaskan bahwa, di sela rapat tersebut, Kadinkes menyampaikan agar tidak saling melapor karena hidup dalam satu atap. Selain itu, pembicaraan mengarah ke Polres Morotai untuk ramai-ramai mencabut Laporan Polisi.

Bahkan para Nakes juga diminta untuk bersumpah dengan pengeras suara yang intinya bahwa mereka tidak membuat laporan dan menyampaikan informasi ke pihak-pihak tertentu.

Setelah rapat tersebut, terpantau para Nakes Puskesmas Daruba langsung ramai-ramai mendatangi Polres Pulau Morotai, karena ada kalimat yang menghantui bahwa siapa yang tidak ikut ke Polres berarti mereka yang membuat laporan.

Kadinkes Morotai, dr. Diana ketika dikonfirmasi wartawan, rabu (11/02) melalui via telephone membantah perihal menjadi dalang atau mengarahkan agar Para Nakes mencabut Laporan Polisi, namun disisi lain pihaknya mengakui mendatangi Puskesmas Daruba.

“Kita tidak arahkan kepada mereka (Nakes), kita sebagai Pimpinan memberitahukan kepada mereka. Kita ke Puskesmas karena katanya mereka melapor di Polisi, karena laporan di Polisi jadi kita datang di Puskesmas agar masalah-masalah yang selalu lapor di kepolisian, di kejaksaan kalau boleh tidak ada lagi,” ujarnya

Kata dia, kedatangannya di Puskesmas Daruba juga melakukan perdamaian, jika antara Kepala Puskesmas dan Stafnya ada kesalahpahaman, ia meminta untuk berdamai sehingga tidak memfokus pada panggilan-panggilan polisi.

Ia juga menekankan untuk bekerja mencapai Program Pemerintah dalam Bidang Kesehatan karena sebagai pelayan kesehatan dan hanya fokus pada panggilan polisi maka Program Puskesmas akan anjlok semuanya.

“Maka dari itu kita harapkan seluruh pegawai untuk bekerjasama dengan baik, tidak ada lagi laporan-laporan,” ucapnya

“Kalau ada masalah lapor ke Dinas Kesehatan jangan langsung ke Kepolisian. Sebagai pimpinan harus datang ke mereka untuk bikin pembinaan jadi kita tidak mengarahkan tapi kita lakukan pembinaan,” sambungnya menutup

Sekedar diketahui, pada senin (09/02) kemarin, Laporan Dugaan Penyimpangan Dana BOK dan Anggaran BPJS Puskesmas Daruba Tahan Anggaran 2025 tengah memasuki tahapan penyelidikan di Polres Pulau Morotai dan kurang lebih enam orang saksi sudah diperiksa.(*)

Penulis : Moh

Editor.  : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *