DI TANGGAL 5-6 juni tahun 2025 kemarin merupakan puncak titik balik perjalanan sejarah Alumni IAIN Ternate. Kehadiran mereka bukan hanya dilihat sebagai mantan mahasiswa melainkan wujud nyata dari perpanjangan tangan almamater.
Sekalipun kita tahu temu Alumni yang kedua kali ini dilaksanakan mungkin jauh lebih menggema dan cukup meriah dibanding beberapa tahun sebelumnya. Kita patut bersyukur karena kehidupan di era revolusi informasi bebasis digital sangat cepat menghubungkan segala keinginan dan kebutuhan manusia.
Sehingga tak heran dalam waktu singkat, paling tidak seminggu terakhir ini pergerakan informasi menyuarakan temu akbar Alumni terus menggelinding sangat cepat dan diakses melalui platform media sosial.
Dari wajah mereka terpancar luapan semangat kegembiraan yang luar biasa, Diiringi ungkapan rasa haru penuh suka cita yang mendalam turut mewarnai suasana pertemuan tersebut. Para Alumni berbagai angkatan ini berkumpul dan membaur menjadi satu.
Mereka datang dengan berbagai latar belakang sosial dan profesi yang berbeda. Setelah bertahun-tahun mereka berpisah karena panggilan tugas dan pengabdian. Kini mereka kembali bertemu dalam suatu perhelatan reuni akbar.
Kesempatan ini pula dimanfaatkan oleh mereka untuk menemukan teman akrab lama, dan menjalin persahabatan baru lebih banyak agar dapat menambah panjang usia menjadi muda. Mereka kemudian duduk bersama, berkelompok sambil merajut cerita mengenang sucses story masa lalu yang tak pernah terlupakan.
Penampilan mereka tampak elegan dan menarik karena menggunakan kostum hijau tua sebagai warna ciri khas IAIN. Ini memberi pesan akan nilai-nilai kepercayaan diri, kemakmuran dan kejayaan masa depan.
Tentu kita berharap agar pertemuan seperti ini tidak hanya sekedar melepas rasa kangen, berbagi cerita tentang suka-duka masalah lalu yang mungkin pernah dilalui. Semua curahan hati mereka tampak larut dalam kebahagiaan yang sungguh menyenangkan.
Meski bagi sebagian diantaranya secara personal sudah cenderung melupakan dan menguburkan masa lalu itu. Karena merasa bukan saja tidak mengenakan, tapi mungkin juga terlalu sakit kalau dikenang. Ada pula yang pingin melihat masa lalu adalah tantangan dan perjuangan maka perlu dijadikan sebagai pembelajaran berharga untuk menatap masa depan.
Sebab dia percaya bahwa takdir kehidupan manusia masih terus bergerak dan tak pernah berhenti. Tuhan sajalah yang punya kekuasaan mempergilirkan kehendak untuk merubah nasib setiap orang. Lagi pula menurut Islam, Allah tidak merubah nasib suatu kaum terkecuali mereka sendirilah yang mengubahnya tulis Alquran surat Ar-Raad ayat 11.
Namun jauh lebih penting dari semua itu adalah bahwa momentum temu alumni kali ini harus menjandi refleksi untuk melakukan akselerasi, membangun jaringan (networking), meneguhkan komitmen dan berkontribusi demi almamater.
Bahkan sekaligus merupakan kekuatan pendorong bagi kita dalam meletakan tonggak sejarah baru kebangkitan IAIN Ternate menuju perguruan tinggi yang unggul dan mendunia. Kita juga menyadari bahwa selama ini peran penting memobilisasi alumni belum terorganisir dengan baik sebagai salah satu pilar kekuatan bagi pengembangan kampus.
Pada hal dalam system pengelolaan perguruan tinggi modern, keberadaan alumni memang sangat diperhitungkan. Selain sebagai agen of change sekaligus diharapkan menjadi sumber informasi public, juga mampu berfungsi sebagai marketplace untuk menghubungkan kepentingan produk lulusan yang tersedia dengan bursa kerja dunia industry.
Maka dalam system akreditasi perguruan tinggi treacer study dipakai sebagai instrument monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan untuk mengetahui dimana titik-titik keberadaan dan pergerakan alumni di dunia kerja.
Secara kuantitas alumni kita sudah cukup banyak, bahkan mungkin mencapai angka puluhan ribu orang. Mereka tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Tetapi pertanyaan kritis kita sodorkan adalah mengapa IAIN Ternate selalu terlambat melakukan lompatan peradaban yang lebih maju dan kompetitive setara dengan perguruan tinggi lain.
Tidak ada dalam sejarah perguruan tinggi menjadi besar tanpa peran dan partisipasi alumni. Kehadiran mereka harus menjadi lokomotif perubahan. Sebab kita selama ini gagal mengelola dan memberdayakan kekuatan para alumni sebagai garda terdepan untuk kepentingan ekpansi pasar produk lulusan program studi.
Meskipun demikian kita tidak pernah putus asa dan terus berupaya membenahi segala kekurangan, baik dari sisi peningkatan kualitas akademik, sumberdaya dosen dan tendik, fasilitas pembelajaran dan tatakelola kelembagaan.
Karena itu kita butuh sinergitas dan kolaborasi alumni guna percepatan transformasi IAIN menjadi UIN. Sejalan dengan visi perubahan IAIN yang mendunia, maka semua kebijakan yang dihasilkan harus diarahkan bagi kepentingan pengembangan tri darma perguruan tinggi.
Sejumlah nama besar tokoh muda kita saat ini sudah mencapai prestasi cukup gemilang dan sukses berkarir baik sebagai politisi, birokrat, juga bekerja disektor swasta. Beberapa diantara alumni kita kini menempati posisi strategis penyelenggara pemerintahan di daerah menjadi bupati, wakil bupati dan wakil gubernur.
Mereka sangat percaya bahwa semua prestasi, karir, dengan segala kebesaran yang dimiliki tak akan sukses diraih tanpa jasa Almamater sebagai Ibu yang melahirkanNya. Ide dan gagasan mereka sangat dinantikan untuk membawa pencerahan bagi kampus IAIN Ternate.
Memang kita akui, bahwa mencapai perguruan tinggi kelas dunia (world class university) bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Meskipun membutuhkan waktu panjang yang harus kita perjuangkan. Sebagian orang mungkin menganggap masih terlalu jauh dan mengawang-awang.
Bahkan energi kita akan dipertaruhkan habis-habisan menuju jalan terjal dan berliku yang harus dilalui. Tetapi visi PT itu penting karena nama saja cita-cita memang tidak salah harus dirumuskan sebagai mimpi besar kita ke depan.
Persoalan apakah visi tersebut mampu diwujudkan atau tidak nanti waktulah yang menjawab semua itu. Seperti juga kita dulu bermimpi dan berjuang keras merubah nasib STAIN menjadi IAIN dan ternyata terbukti berhasil. Saat ini tinggal beberapa syarat lagi akan kita penuhi sehingga harapan besar melakukan transisi ke UIN segera tercapai. (*)






