PENDIDIKAN Dasar adalah fondasi dari seluruh bangunan peradaban suatu bangsa, di tangan seorang guru Pendidikan Sekolah Dasar, karakter dan kemampuan dasar seorang anak dibentuk.
Namun, seiring dengan dinamika zaman, pandangan bahwa lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) hanya akan berakhir di depan papan tulis kelas kini perlu didefinisikan ulang. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), melalui Prodi PGSDnya, membuktikan bahwa menjadi sarjana pendidikan adalah kunci untuk membuka berbagai pintu peluang masa depan.
Hal ini sejalan dengan pemikiran tokoh pendidikan, Paulo Freire, yang menegaskan bahwa: “Pendidikan tidak mengubah dunia. Pendidikan mengubah orang. Oranglah yang mengubah dunia.” Kutipan ini menjadi ruh bagi proses akademik di PGSD UMMU. Mencetak seorang guru bukan sekadar melatih teknis mengajar, melainkan membentuk subjek yang mampu melakukan transformasi sosial. Kuliah di PGSD UMMU bukan sekadar belajar bagaimana mengajar calistung (baca, tulis, hitung), melainkan membekali mahasiswa dengan paket kompetensi lengkap, mulai dari aspek pedagogik, afektif, dan psikomorik, hingga penguasaan teknologi pembelajaran.
Fleksibilitas inilah yang membuat lulusan PGSD UMMU memiliki daya tawar tinggi di dunia kerja. Di Maluku Utara, kebutuhan akan sosok yang memahami akar pendidikan sangatlah besar, dan PGSD UMMU hadir menjawab tantangan tersebut dengan mencetak lulusan yang mengusung semangat Pendidikan Berkemajuan. Menakar peluang karier lulusannya, kita akan menemukan spektrum yang sangat luas. Tentu, menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Guru PPPK tetap menjadi primadona. Namun, jangan salah, banyak lulusan PGSD kini bertransformasi menjadi edupreneur atau pengusaha di bidang pendidikan.
Mereka mendirikan lembaga bimbingan belajar, pusat kreativitas anak, hingga menjadi pengembang konten edukasi digital yang sangat dibutuhkan di era global. Kemampuan manajerial yang diajarkan selama kuliah juga memungkinkan mereka berkarier di instansi pemerintah maupun non pemerintah, yang fokus pada pemberdayaan anak, hingga menjadi konsultan pendidikan. Di sini, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai “sistem bank” yang pasif, melainkan sebagai praktik bertranformasi untuk berpikir kritis dan solutif.
Keunggulan PGSD UMMU terletak pada lingkungan akademiknya yang memadukan keahlian profesional dengan nilai-nilai humanis-religius. Dengan fasilitas pendukung dan kurikulum yang terus dimutakhirkan, mahasiswa tidak hanya didorong untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif dalam menciptakan solusi bagi problematika pendidikan di Maluku Utara. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UMMU juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencicipi pengalaman di luar kampus, yang semakin memperkaya portofolio mereka sebelum lulus.
Pada akhirnya, memilih PGSD UMMU adalah sebuah keputusan strategis. Di tengah ketidakpastian dunia kerja, sektor pendidikan tetap menjadi sektor yang paling bertahan (resilien). Bagi putra-putri Maluku Utara, kuliah di PGSD UMMU bukan hanya soal mengejar gelar S.Pd., melainkan upaya mempersiapkan diri menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak perubahan di masyarakat. Karena sebagaimana mandat Freire tentang transformasi, ilmu pendidikan adalah ilmu tentang memanusiakan manusia, dan keahlian itu akan selalu dibutuhkan di bidang apa pun, kapan pun, dan di mana pun kira berkarir.(*)






