Resmi Buka Festival GALATAMA II, Menag Siap Bawa Gerakan Literasi Madrasah ke Tingkat Nasional

Menag Prof Nasaruddin umar didampingi wakil gubernur Malut, Kakanwil Kemenag Malut Amar Manaf, Rektor IAIN Ternate Dr Adnan Mahmud dan sejumlah pejabat lain pada acara pembukaan festival Galatama II

KESUKSESAN penyelenggaraan Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) yang di programkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara mendapat apresiasi langsung dari Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Menilai festival tersebut berhasil membangun budaya literasi yang hidup di lingkungan madrasah, Menteri Agama menyatakan keinginannya untuk mendorong GALATAMA menjadi gerakan literasi madrasah berskala nasional agar manfaatnya dapat dirasakan oleh madrasah di seluruh Indonesia.

“Festival seperti ini tidak boleh berhenti di Maluku Utara. Ini adalah gerakan yang baik untuk membangun ekosistem literasi di madrasah. Saya berharap GALATAMA bisa menjadi inspirasi dan dikembangkan menjadi gerakan nasional sehingga semakin banyak madrasah yang melahirkan karya, inovasi, dan generasi unggul,” ujar Menteri Agama saat membuka GALATAMA II di Ternate, Senin (6/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama mengajak seluruh madrasah di Maluku Utara terus meningkatkan kualitas agar mampu sejajar dengan madrasah-madrasah unggulan di berbagai daerah. Menurutnya, peserta didik Maluku Utara harus memiliki mimpi yang besar, tidak hanya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing hingga menembus kampus-kampus terbaik di luar negeri.

“Saya berharap madrasah-madrasah di Maluku Utara terus naik kelas. Anak-anak Maluku Utara harus memiliki mimpi besar. Jangan hanya bermimpi kuliah di Indonesia, tetapi juga berani bercita-cita belajar di luar negeri. Madrasah harus menjadi tempat yang mengantarkan mereka menuju masa depan itu,” katanya.

Selain unggul secara akademik, Menteri Agama menegaskan bahwa kekuatan utama madrasah terletak pada keberhasilannya membangun karakter peserta didik. Menurutnya, madrasah harus tetap menjadi lingkungan yang aman dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun pergaulan bebas, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

“Insyaallah di madrasah kita tidak menemukan tawuran, narkoba, maupun pergaulan bebas. Nilai-nilai ini harus terus kita pertahankan, karena fungsi madrasah bukan hanya melahirkan orang-orang pintar, tetapi juga melahirkan pribadi yang arif dan berakhlak,” tegasnya.

Menag juga mengingatkan bahwa keberhasilan literasi tidak diukur dari banyaknya buku yang dibaca, melainkan dari banyaknya gagasan yang ditulis, penelitian yang dilakukan, karya yang dihasilkan, inovasi yang diciptakan, serta solusi yang lahir untuk menjawab berbagai persoalan. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan budaya literasi sebagai fondasi dalam mencetak generasi madrasah yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.(*)

Penulis : Reni : Editor : S.S.Suhara

 

 

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *