SEORANG nelayan asal Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan hilang saat melaut pada Jumat (10/7/2026). Hingga Sabtu dini hari, tim gabungan dari Polsek Morotai Utara, Pos TNI AL (Posal) Bere-Bere, dan masyarakat masih melakukan upaya pencarian meski terkendala cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi.
Nelayan yang hilang diketahui bernama Ahmad Pangalima (42). Laporan kehilangan diterima Polsek Morotai Utara sekitar pukul 22.40 WIT dari pihak keluarga setelah korban tak kunjung kembali ke rumah usai melaut.
Informasi yang dihimpun berdasarkan keterangan istrinya, Sumarni Paputungan, korban berangkat melaut sekitar pukul 14.00 WIT menggunakan perahu fiber bernama Ainul Salfa berwarna biru dengan corak oranye. Ahmad pergi memancing ikan komo-komo atau cakalang di perairan sekitar Desa Kenari.
Karena diperkirakan hanya melaut hingga sore hari, korban tidak membawa lampu penerangan atau senter. Keluarga awalnya mengira korban akan kembali seperti biasa menjelang petang.
Sekitar sore hingga malam hari, korban belum juga kembali ke rumah. Pihak keluarga kemudian mulai mencari informasi kepada nelayan lain yang melaut di wilayah yang sama.
Nelayan bernama Supardi Paputungan mengaku sempat melihat Ahmad berada di belakang Pulau Tabailenge sebelum bergerak menuju rumpon di perairan Desa Kenari yang berjarak sekitar 16 mil laut dari daratan. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat hingga para nelayan lainnya kembali ke pantai.
Karena Ahmad tak kunjung ditemukan, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Morotai Utara pada pukul 22.40 WIT. Upaya Pencarian Menerima laporan itu, personel Polsek Morotai Utara langsung bergerak ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan Posal Bere-Bere, serta melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban.
Namun, upaya pencarian terkendala kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang laut yang tinggi membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan sejumlah nelayan yang masih berada di laut memilih berlindung di kawasan Tanjung Sopi, Kecamatan Morotai Jaya, untuk menghindari cuaca ekstrem.
Sekitar pukul 23.40 WIT, sebuah kapal jaring yang berlindung di sekitar Pulau Tabailenge bersedia membantu proses pencarian. Tim gabungan yang terdiri atas dua personel Polsek Morotai Utara, dua personel Posal Bere-Bere, serta tiga warga Desa Kenari kemudian menyisir lokasi terakhir korban terlihat.
Pencarian berlangsung hingga lewat tengah malam. Namun sekitar pukul 00.35 WIT, operasi pencarian sementara dihentikan karena gelombang laut semakin tinggi dan dinilai membahayakan keselamatan personel maupun masyarakat yang terlibat.
Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, SH, melalui jajaran Polsek Morotai Utara menegaskan bahwa pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (11/7/2026) pagi dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kami akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal bersama TNI AL, pemerintah desa, para nelayan, dan masyarakat. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar korban segera ditemukan,” ujarnya.
Polres Pulau Morotai juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan kondisi cuaca, membawa alat komunikasi, pelampung keselamatan, lampu penerangan, serta perlengkapan darurat lainnya.
Hingga berita ini ditulis, Ahmad Pangalima masih dalam pencarian. Aparat akan terus menyampaikan perkembangan terbaru sesuai hasil operasi pencarian di lapangan.(*)
Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara






