WAHAI PRESIDEN UIN-KAN KAMI

Oleh: Fahrul Abd Muid/ Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Direktur Bajo Institut Maluku Utara

INSTITUT Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate memiliki identitas dan peran keagamaan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Islam Kepulauan di Provinsi Maluku Utara. Lebih-lebih pada Sivitas Akademika IAIN Ternate harus memiliki identitas yang kuat pada dirinya—sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas IAIN Ternate. Kemana dan dimana pun Sivitas Akademika berada tetap dirinya adalah bagian dari identitas IAIN Ternate, sehingga dirinya menjadi warna—lawnun yang jelas dalam memberikan harapan dan menyerap aspirasi tentang peran IAIN Ternate ditengah masyarakat Maluku Utara. Katakanlah—sebagai mahasiswa IAIN Ternate, baik yang masih aktif maupun sebagai Alumninya, bahwa IAIN Ternate telah berhasil membentuk identitas dan pandangan hidupnya yang luar biasa. Sebagai Dosen IAIN Ternate, bagaimana kampus IAIN Ternate dapat menjadi wadah—rumah peradaban Islam terbaik untuk mengembangkan karirnya sekaligus berkonstribusi membawa keberkahan bagi masyarakat Maluku Utara. Sebagai masyarakat Maluku Utara yang religius, bagaimana pun IAIN Ternate dapat menjadi institusi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri satu-satunya yang relevan dan bermanfaat bagi kehidupan peradaban keagamaannya sehari-hari yang tidak ditemukan “novelty” ini dikampus yang lain di Provinsi Maluku Utara.

Ada aspirasi yang luar biasa dari masyarakat Maluku Utara yang sulit dibendung agar terjadinya transformasi untuk meningkatkan alih status dari IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri—UIN Sultan Baabullah Ternate. Ekspektasi—harapan masyarakat Maluku Utara ini wajib hukumnya untuk diwujudkan oleh IAIN Ternate dibawah kepemimpinan Rektor Dr. Adnan Mahmud hari ini. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Maluku Utara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka mengambil langkah strategis menjadi skala perioritas bagi Rektor IAIN Ternate untuk meningkatkan kualitas—mutu pendidikan dan mutu penelitian di kampus ini. Ekspektasi—harapan agar berkolaborasi bagi Sivitas Akademika untuk meningkatkan reputasi kampus ini dan menjadikan akreditasi pada semua program studi di setiap Fakultas agar menjadi “unggul”—sudah banyak Prodi yang statusnya unggul. Maka secara otomatis akan berdampak pada akreditasi IAIN Ternate menjadi “unggul” pula. Jika semua program studi IAIN Ternate akreditasinya berstatus “unggul” maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, anda dan kita semua. Tentunya sangat percaya diri—self-confident ketika tim sosialisasi diterjunkan ke lapangan bertemu langsung—live dengan masyarakat Provinsi Maluku Utara dalam rangka mengajak putra-putrinya untuk masuk—dukhul mendaftar sebagai mahasiswa-mahasiswi baru di kampus IAIN Ternate. Saya, anda, dan kita semua sangat optimis bahwa jumlah pendaftar mahasiswa-mahasiswa baru setiap tahun akan meningkat secara signifikan di IAIN Ternate.

Masih segar dalam ingatan saya ketika menghadiri buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya, bahwa realitas Maluku Utara hari ini digempur habis-habisan oleh dunia industri, banyak sekali perusahaan yang bergerak dalam dunia pertambangan di Maluku Utara—katakanlah PT. IWIP, PT. HARITA, PT. ANTAM dan masih banyak perusahaan yang lainnya. Industri ini sangat membutuhkan putra-putri Maluku Utara yang memiliki sumber daya manusia—SDM di bidang ilmu pertambangan, ilmu kimia dan ilmu umum lainnya. Oleh karena itu, menurut Gubernur Maluku Utara Ibu Sherly Tjoanda Laos agar kampus-kampus dapat mengevaluasi program studinya yang dianggap tidak lagi relevan dengan kondisi Maluku Utara. Artinya, bahwa di kampus itu harus membuka program studi yang sangat relevan dengan dunia industri saat ini. Katakanlah kampus umum Universitas Khairun Ternate, Universitas Muhammadiyah, dan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara—pastilah menyediakan program studinya yang sangat relevan dengan dunia industri sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibu Gubernur Maluku Utara. Lalu bagaimana dengan kampus IAIN Ternate? Sangat tidak mungkin akan membuka program studi pertambangan, saintek, dan Prodi sosial—karena memang ruang lingkupnya terbatas untuk itu. oleh karena itu, peningkatan status dan kualitas menjadi lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang lebih inklusif dengan membuka fakultas umum, Santek, dan fakultas Sosial di bawah bendera UIN Sultan Baabullah Ternate.

Wahai Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto tolong UIN-kan kami, sebagai transformasi “mindset” dan sarana secara otomatis akan terjadinya tuntutan perubahan cara berpikir Sivitas Akademika, niscaya peningkatan proyek sarana prasarana dilakukan, serta niscaya pengembangan kualitas dosen dan penelitian agar lebih berdaya saing dengan kampus-kampus yang ada di Indonesia. Dengan UIN-kan kami, diharapkan mampu memadukan antara ilmu agama dan sains umum—integration of knowledge, sehingga lulusan UIN Sultan Baabullah Ternate tidak hanya religius tetapi juga kompeten di bidang ilmu sains dan ilmu umum, sekaligus menghilangkan stigma kesan lulusan yang terpinggirkan—termarjinalkan di dunia industri. UIN-kan kami, menjadi angin segar bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, karena dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sumbangan peradaban Islam Moloku Kie Raha serta meningkatkan daya saing pendidikan tinggi ditingkat Nasional. UIN-kan kami dianggap sebagai langkah penting dalam modernisasi pendidikan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Maluku Utara yang memiliki “novelty akdemik” yang sangat berbeda dengan kampus umum di daerah ini. Ahlan Wa Sahlan—Selamat datang Universitas Islam Negeri Sultan Baabullah Ternate. Wallahu ‘alam Bishshawab. (*)

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *