Rp 570 Juta untuk Pagar Kantor Bupati Morotai, Masih Kokoh Kok Direhab?

Pagar yang bakal direhab

PEKERJAAN rehabilitasi pagar Kantor Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai dikerjakan. Namun, penggunaan anggaran hingga Rp570 juta untuk pekerjaan tersebut mulai menjadi sorotan setelah kondisi pagar yang masih berdiri kokoh di sejumlah bagian terlihat ikut dibongkar, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (14/9) hingga Selasa (15/9/2026), aktivitas pekerjaan tampak berlangsung pada sejumlah bagian pagar. Beberapa struktur mulai dibongkar, sementara bagian lainnya masih berdiri dan secara kasatmata terlihat cukup kokoh.

Pekerjaan ini merupakan paket Rehabilitasi Pagar Kantor Bupati yang bersumber dari APBD Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Nilai pagu paket tersebut tercatat sebesar Rp570 juta.

Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun, paket tersebut memiliki kode tender 10150872000 dan kode RUP 66178240. Proses tender tercatat telah selesai, dengan CV Dirhan Mulia, perusahaan yang beralamat di Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, sebagai pemenang tender.

Sorotan publik terutama mengarah pada kondisi pagar yang menjadi objek rehabilitasi. Sebab, dari hasil pantauan di lapangan, sebagian besar struktur pagar yang belum dibongkar masih tampak berdiri dengan kondisi fisik yang relatif utuh.

Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagian mana saja yang masuk dalam lingkup rehabilitasi dan dasar teknis pembongkarannya.

Meski demikian, kondisi fisik yang terlihat secara kasatmata belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan tersebut tidak diperlukan atau merupakan pemborosan anggaran.

Penentuan kebutuhan rehabilitasi seharusnya mengacu pada pemeriksaan teknis, volume pekerjaan, spesifikasi, gambar kerja, serta dokumen kontrak yang ditetapkan pemerintah.

Paket tersebut menggunakan metode Tender-Pascakualifikasi Satu File dengan sistem harga terendah dan metode evaluasi gugur.

Sebagai pekerjaan konstruksi yang dibiayai APBD, transparansi mengenai volume, panjang pagar, item pekerjaan, spesifikasi material, hingga nilai kontrak menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas penggunaan anggaran Rp570 juta tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, rincian lengkap mengenai volume pekerjaan, panjang pagar yang direhabilitasi, item pembongkaran dan pembangunan kembali, nilai kontrak setelah tender, serta alasan teknis mengapa sejumlah bagian pagar yang masih berdiri harus dibongkar belum diperoleh secara lengkap.(*)

Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *