Minim Lapangan kerja, 851 Warga Morotai Cari Kerja, 60 Persen Pilih ke IWIP

Plt Kadis Dinaskertrans Morotai, Rosita A. Lasidji, S.Hi

MINIMNYA pilihan lapangan kerja di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali tergambar dari data ketenagakerjaan terbaru. Hingga Agustus 2026, sebanyak 851 warga Morotai tercatat sebagai pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kamis (17/9/2026).

Data tersebut disampaikan Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Pulau Morotai, Rosita A. Lasidji, S.Hi., kepada wartawan, Rabu (16/9/2026). Angka ini menunjukkan masih tingginya mobilitas warga Morotai dalam mencari peluang pekerjaan, termasuk dengan memilih bekerja di luar daerah.

Jumlah pencari kerja sepanjang 2026 tercatat naik-turun. Lonjakan paling tinggi terjadi pada April sebanyak 226 orang, sedangkan angka terendah berada pada Maret dengan 60 orang. Rinciannya, Januari 104 orang, Februari 90 orang, Maret 60 orang, April 226 orang, Mei 110 orang, Juni 98 orang, Juli 73 orang dan Agustus 90 orang.

Dari total 851 pencari kerja tersebut, 627 orang merupakan laki-laki, sedangkan perempuan sebanyak 224 orang. Data tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kelompok pencari kerja didominasi tenaga kerja laki-laki.

Menariknya, sebagian besar pencari kerja asal Morotai justru memilih keluar daerah. Sekitar 60 persen terserap ke wilayah Halmahera Tengah, terutama untuk bekerja di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Sementara masing-masing 10 persen menuju Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan tetap bekerja di wilayah Morotai.

Untuk lapangan kerja di daerah sendiri, Rosita menyebut PT Fortuna Blue Seafood yang beroperasi di SKPT Desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan, sebagai salah satu perusahaan yang menyerap tenaga kerja lokal.

Namun, menurut Rosita, tingginya warga yang memilih bekerja ke luar Morotai tidak seluruhnya disebabkan keterbatasan lapangan pekerjaan. Ada pula faktor keinginan pribadi untuk mendapatkan pengalaman baru maupun pengaruh lingkungan pertemanan.

“Kebanyakan yang mencari kerja itu berada di dua perusahaan, PT IWIP di Halmahera Tengah. Untuk di dalam daerah Morotai, sebagian pencari kerja juga berada di perusahaan Fortuna Blue Seafood,” ujar Rosita.

Ia mengatakan, sebagian pencari kerja yang meninggalkan Morotai juga terdorong ajakan teman dan keinginan mencari pengalaman di luar daerah.

“Pencari kerja yang keluar Morotai ditandai dengan alasan selain ajakan teman, mereka juga ingin mencari pengalaman di luar Morotai,” jelasnya.

Disnakertrans Morotai berharap jumlah pencari kerja tersebut dapat ditekan menjelang 2027 melalui optimalisasi penyaluran tenaga kerja, baik ke perusahaan di luar daerah maupun sektor usaha yang tersedia di Morotai.

Penguatan pendataan juga dinilai penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja lokal.(*)

Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *