Merespon Aksi Warga, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Tengah  Bakal Bertolak ke Pulau Gebe

Aksi warga Pulau Gebe di depan areal kantor camat

BUPATI Kabupaten Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Jumadil merespon cepat tuntutan masyarakat Pulau Gebe yang menggelar aksi pada Senin (21/9/2026) kemarin.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab halteng tersebut, dikabarkan bakal berkunjung ke Kecamatan Pulau Gebe untuk bertemu dengan masyarakat sekaligus merespon masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

“Iya hari Kamis (24/9/2026) pak bupati dan wakil bupati berkunjung ke Pulau Gebe untuk melihat secara utuh permasalahan yang dihadapi masyarakat apa,”kata Kapala Bagian Humas, Protokol dan Komunikasi Pemkab Halteng, Bambang Wedarto Herianto ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Selasa (22/9/2026).

Ditanya terkait informasi bahwa bupati dan wakil bupati lebih fokus melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah Kecamatan di Weda dan Patani dibanding ke Kecamatan Pulau Gebe pasca pemilihan kepada daerah, dibantah. Bambang bilang bahwa mereka tetap berkunjung hanya saja faktor cuaca yang menjadi kendala sehingga agenda kunjungan tersebut belum dilaksanakan, meski begitu bukan berarti pelayanan di sana tidak berjalan, pelayanan tetap berjalan normal karena ada pemerintahan kecamatan dan desa sebagai perpanjangan tangan dari kepala daerah.

“Jadi bukan berarti bupati dan wakil tidak peduli terhadap warga Gebe, itu juga salah. Di sana ada camat dan kades sebagai representatif dari pemerintah daerah,”papar nya.

Perlu diketahui bahwa aksi warga Pulau Gebe pada Senin kemarin di areal kantor camat dan kantor PLN Gebe adalah menuntut pelayanan dasar yakni pelayanan air bersih, pelayanan listrik PLN dan pelayanan jaringan telekomunikasi. Pasalnya, warga tidak habis pikir karena mereka hidup di atas kekayaan sumber daya alam yang turut menyumbang pendapatan negara.

.”Kekayaan kita dikeruk habis tapi hasilnya apa, warga semakin sulit memperoleh air bersih, lampu listrik tak menentu waktunya, mati hidup (bergilir di setiap desa red),”kata Naryo salah satu pemuda Gebe. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Diman

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *