Produk Lokal Morotai Jaya Dipamerkan di Morofest 2026, Abon Tuna Jadi Andalan

Stan Morotai Jaya di lokasi Morotai Festival (Morofest) 2026.

PRODUK olahan masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, turut diperkenalkan dalam pameran Morotai Festival (Morofest) 2026. Beragam produk lokal, mulai dari abon tuna, halua kacang, keripik kasbi, halua nusu, hingga keripik pisang, dipajang untuk menarik perhatian pengunjung.

Produk-produk tersebut berasal dari Desa Cempaka, Titigogoli, dan Hapo. Kehadirannya menjadi salah satu upaya memperkenalkan hasil kreativitas masyarakat desa sekaligus menunjukkan potensi usaha berbasis bahan baku lokal.

Di stan bertuliskan Welcome to Morotai, aneka produk olahan tersebut ditata untuk memudahkan pengunjung melihat berbagai pilihan makanan khas yang dihasilkan masyarakat. Stan ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang menghadiri Morofest 2026.

Ibu Ros, anggota kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bertugas menjaga stan, turut memperkenalkan produk-produk tersebut kepada pengunjung. Ia menjelaskan bahwa hasil olahan masyarakat desa perlu mendapat ruang promosi agar semakin dikenal luas.

“Produk-produk ini merupakan hasil olahan masyarakat desa yang perlu kita perkenalkan lebih luas. Kami berharap semakin banyak orang mengenal dan tertarik membeli produk lokal Morotai,” ujar Ros kepada awak media, Rabu (28/10/2026).

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah abon tuna, yang memanfaatkan potensi perikanan Pulau Morotai. Selain itu, terdapat keripik kasbi dan keripik pisang yang diolah dari hasil pertanian, serta halua kacang dan halua nusu yang menambah keragaman produk pangan lokal.

Keterlibatan kelompok PKK dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil usaha masyarakat desa. Melalui pameran, produk lokal memiliki kesempatan untuk dikenal oleh pengunjung sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Namun, pengembangan usaha produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan promosi melalui kegiatan festival. Dukungan terhadap kualitas produk, kemasan yang menarik, standar kebersihan, serta pemasaran berkelanjutan juga diperlukan agar produk masyarakat mampu bersaing dan menjangkau pasar di luar daerah.

Pameran produk lokal dalam Morofest 2026 pun menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa potensi ekonomi Pulau Morotai tidak hanya bertumpu pada pariwisata dan perikanan, tetapi juga pada kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah.(*)

Penulis ; Moh : Editor : S.S.Suhara

banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *