DIREKTUR Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, di auditorium IAIN Ternate, Sabtu (31/10/2026).
Kuliah umum bertajuk Integrasi Keilmuan Peta Jalan UIN Sultan Baabullah Ternate, selain diikuti oleh mahasiswa strata satu (S-1), program Magister (S-2) dan Program Doktor, juga dihadiri tenaga pendidik (Dosen) dan tenaga kependidikan IAIN Ternate.
“Saya apresiasi Mahasiswa IAIN Ternate, walaupun di hari libur, tetap semangat untuk datang mengikuti Kuliah Umum,” ucap Prof. Dr. H. Amien Suyitno mengawali paparan kuliah umum.
Dia mengatakan, soal alih bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memang sebuah keharusan, karena hal ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A bahwa semua kampus di bawah naungan Kementerian Agama harus bertransformasi menjadi Universitas.
Transformasi kelembagaan yang dilakukan oleh IAIN, lanjut dia, didasari oleh kebutuhan untuk memperluas cakupan keilmuan, lantaran jika telah resmi menggenggam status Universitas, praktis terjadi penambahan fakultas yang secara langsung mendorong ekspansi program studi baru dan diferensiasi bidang keilmuan.
“Arahan Menteri Agama, bahwa semua kampus di bawah naungan Kemenag harus bertransformasi menjadi Universitas, apalagi IAIN Ternate yang punya sejarah panjang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jika tetap dengan status IAIN, maka civitas akademika kerap kali disematan predikat monodisiplin ilmu, lantaran masih berkutat dengan ilmu-ilmu keagamaan.
Walaupun begitu, penilain ini menurut dia merupakan sebuah kekeliruan dalam sudut pandang tentang ilmu, sebab untuk keilmuan, kata dia, sejatinya tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, lantaran semua ilmu berasal dari satu poros utama yakni bersumber dari Tuhan.
“Maka penting menjadi Universitas, agar menambah fakultas serta program studi, dan memberi dampak terhadap bidang keilmuan” katanya.
“Dan ketika menjadi Universitas, maka tidak ada lagi perbedaan antara monodisiplin ilmu dan interdisiplin Ilmu,” imbuhnya.
Mantan Direktur Diktis Kemenag itu mengungkapkan, arahan Menteri Agama soal transformasi IAIN menjadi UIN sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan dan riset berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics/Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).
Kebijakan ini, kata dia, menghendaki Perguruan Tinggi harus menghasil SDM yang kuat di bidang sains dan teknik, agar menjadi fondasi krusial bagi kemandirian bangsa.
“Karena kerja keras Rektor dan Jajarannya soal transformasi kelembagaan menandakan komitmen untuk pengembangan SDM yang berkualitas di Maluku Utara,” tandasnya.(*)
Penulis : HMS : Editor : Redaksi






