SETIAP tahun, ribuan calon mahasiswa di Maluku Utara dan sekitarnya menghadapi pertanyaan mendasar: ke mana melanjutkan studi setelah menyelesaikan pendidikan menengah? Di tengah 23 perguruan tinggi yang tersebar di provinsi kepulauan ini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate hadir bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Pilihan ini tidak hanya didasarkan pada faktor kedekatan geografis atau biaya terjangkau semata, melainkan pada pertimbangan komprehensif terhadap kualitas akademik, nilai-nilai fundamental yang ditawarkan, serta prospek masa depan bagi para lulusannya.
IAIN Ternate, sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tertua dan satu-satunya di Maluku Utara, telah membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk manusia beradab, cendekiawan yang cerdas, dan individu yang kompetitif.
Beradab: Fondasi Karakter yang Tak Terpisahkan
Dalam era disrupsi moral dan degradasi nilai-nilai kemanusiaan, aspek “beradab” menjadi kebutuhan yang mendesak. IAIN Ternate memahami bahwa gelar akademik tanpa disertai karakter luhur hanyalah secarik kertas tanpa makna. Core value “beradab” ini terinternalisasi dalam seluruh proses pembelajaran. Visi IAIN Ternate secara eksplisit menargetkan terciptanya masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul—di mana “saleh” dimaknai sebagai ketaatan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah, sementara “moderat” meniscayakan sikap yang tidak ekstrem dan cenderung pada jalan tengah dalam setiap perilaku dan pengungkapan.
Lebih dari itu, core value “beradab” di IAIN Ternate juga diimplementasikan melalui lima misi strategis institusi, yang meliputi penguatan kurikulum dengan materi Dirasah Islamiyah bernuansa moderat, penguatan Ma’had al-Jamiah untuk pembinaan keagamaan dan kebahasaan mahasiswa, serta pembentukan dan penguatan rumah moderasi di lingkungan kampus. Pendekatan komprehensif ini menjadikan IAIN Ternate bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat pembentukan karakter yang berakar pada nilai-nilai luhur, sehingga lulusannya tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Hal ini menjadi pilihan rasional bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan yang holistik, sekaligus membekali mereka dengan soft skills berbasis moral yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini.
Cerdas: Membangun Tradisi Keilmuan Berbasis Riset
Pilihan rasional lain untuk memilih IAIN Ternate adalah komitmennya yang kuat terhadap pengembangan kecerdasan akademik.”Cerdas” dalam perspektif IAIN Ternate bukan sekadar kemampuan menghafal, melainkan “perkembangan akal budinya sempurna dan tajam dalam berpikir secara komprehensif”. Hal ini diwujudkan melalui visi yang menjadikan riset sebagai basis utama pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. IAIN Ternate menargetkan diri untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat Islam kepulauan yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul yang berbasis riset.
Bukti nyata dari semangat “cerdas” ini adalah keberhasilan sejumlah program studi meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Tiga program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), telah berhasil meraih status akreditasi unggul, dengan masa berlaku hingga tahun 2029 dan 2030. Capaian ini menunjukkan bahwa standar akademik di IAIN Ternate tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia Timur.
Selain itu, langkah transformatif lainnya adalah dibukanya program doktor (S-3) di IAIN Ternate pada tahun 2025, sebuah tonggak sejarah yang menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan level keilmuan. Keputusan Menteri Agama Nomor 1409 Tahun 2025 menjadi dasar hukum penyelenggaraan program doktoral, Program Studi Studi Islam dengan tiga kosentrasi: Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Antusiasme pendaftar yang melampaui target awal, dari target 10 orang menjadi 22 pendaftar, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas akademik IAIN Ternate. Hal ini menjadi daya tarik rasional bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi tanpa harus merantau jauh ke Pulau Jawa.
Kompetitif: Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Core value “kompetitif” menjadi pilar ketiga yang membuat IAIN Ternate layak dipilih. “Unggul”, yang diartikan sebagai lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat) daripada yang lain, menjadi kata kunci yang melekat pada visi institusi. Daya saing lulusan tidak muncul dengan sendirinya; ia merupakan hasil dari kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, dan ekosistem akademik yang mendukung.
IAIN Ternate secara serius membenahi sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran yang kompetitif. Contoh nyata adalah dibangunnya bank mini dan laboratorium komputer di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan teori perbankan syariah secara langsung sejak duduk di bangku kuliah. Fakultas Syariah juga memaksimalkan pelaksanaan kegiatan praktikum untuk peningkatan kualitas mahasiswa.
Program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Ternate, misalnya, mengusung kurikulum berbasis nilai-nilai Islam yang dipadukan dengan perkembangan ilmu komunikasi modern. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan akhlak dalam praktik komunikasi publik, sebuah kombinasi yang sangat dicari di industri media dan komunikasi saat ini.
Selain itu, langkah strategis IAIN Ternate untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah (UIN SUBA) semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi yang visioner dan kompetitif dalam percaturan pendidikan tinggi nasional. Lima program prioritas telah dicanangkan untuk mencapai target ini, meliputi peningkatan akreditasi program studi, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan sarana prasarana, pengembangan kemahasiswaan dan kerja sama, serta peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi calon mahasiswa, menjadi bagian dari proses transformasi bersejarah ini berarti turut serta dalam perjalanan menuju keunggulan.
Kesimpulan
Memilih IAIN Ternate adalah keputusan rasional yang bertumpu pada tiga pilar fundamental: beradab sebagai fondasi karakter, cerdas sebagai landasan keilmuan berbasis riset, dan kompetitif sebagai bekal daya saing global. Dengan jejak sejarah panjang sebagai satu-satunya PTKIN tertua di Maluku Utara, capaian akreditasi unggul pada sejumlah program studi, pembukaan program doktor pertama, serta visi transformasi menuju UIN, IAIN Ternate telah membuktikan diri sebagai institusi yang tidak sekadar bertahan, tetapi terus berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Bagi calon mahasiswa yang tidak ingin sekadar “kuliah”, tetapi ingin “dibentuk” (menjadi pribadi beradab, cendekiawan cerdas, dan profesional kompetitif) IAIN Ternate adalah pilihan yang tepat. Di tengah hiruk-pikuk persaingan global, IAIN Ternate berdiri sebagai mercusuar pendidikan di kawasan Indonesia timur, menawarkan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau dan nilai-nilai luhur yang akan membawa lulusannya tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga berkah di akhirat.(*)






