PULAU Gebe menyimpan kekayaan alam begitu melimpah, bahkan hasil kekayaan terutama nikel turut memberikan sumbangsih begitu besar bagi pendapatan.
Hasil kekayaan yang berada diperut bumi pulau Gebe yang dikeruk selama ini, semestinya juga dirasakan oleh masyarakat. Karena merasa tidak ada keadilan dan tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah.
Puncaknya, Senin (21/9/2026), ratusan masyarakat Pulau Gebe menggelar aksi di depan Kantor Camat Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah. Aksi itu berlangsung sekira pukul 9.30.00 WIT. Selain di kantor pemerintahan kecamatan, massa juga menggelar aksi di areal kantor PLN Gebe.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, mereka menuntut kebutuhan dasar yaitu kebutuhan air bersih, pelayanan laik dari PLN serta jaringan telekomunikasi.
Massa sangat prihatin dengan kondisi yang kini dirasakan oleh masyarakat pulau Gebe. Pasalnya, sumber daya alam telah dikeruk dan menghasilkan pundi-pundi yang melimpah, namun hasilnya justru bukan dinikmati warga.”Kekayaan kita dikeruk habis tapi hasilnya apa, warga semakin sulit memperoleh air bersih, lampu listrik tak menentu waktunya, mati hidup (bergilir di setiap desa red),”kata Naryo salah satu pemuda Gebe.
Dengan kondisi tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah semakin menurun. Mereka juga semakin bingung dengan kondisi yang mereka alami, padahal hidup di atas kekayaan sumber daya alam. Sementara Kamil Hi Kamari selalu korlap mendesak kepada pemerintah daerah Halmahera Tengah untuk segera merealisasikan tuntutan masyarakat dengan menghadirkan mesin PLN yang representatif alias baru, pelayanan PDAM yang maksimal dan jaringan telekomunikasi laik.
Massa aksi juga mengancam apabila tuntutan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat pulau Gebe tidak segera direaliasikan maka kantor camat akan menjadi sasaran pemboikotan.(Red/tim)






