Membangun Peradaban Islam di Bulan Ramadhan

Oleh : Zainal Abidin Marasabessy

PUASA ADALAH SALAH SATU rukun Islam dan hukumnya wajib berdasarkan AL-Qur’an dan AL-Hadist Allah SWT berfirman : Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.

Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur (QS.Al-Baqarah: 183-185).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat di malam lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Amalan puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan amalan membaca Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW bersabda juga “Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: Doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir” (HR. Al-Baihaqi). Berdasarkan petunjuk inilah semua muslimin berbondong-bondong untuk memakmurkan bulan ramadhan ini untuk mendapatkan pahala dan mengurangi pahala bahkan menghapus pahala.

Namun muslimin perlu ketahui amalan yang membatalkan puasa bahkan berakibat tidak mendapatkan pahala puasa seperti pacaran bahkan ngabuburit berduaan sebagaimana hadist barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan perempuan yang bukan mahram karena yang ketiga diantara mereka adalah setan (HR. Ahmad).Dan ghibah atau karlota sebagaimana hadist barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan (HR. Bukhari No 1903).

Dan hadist dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.”

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan (pahala) shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia sering mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan memukul orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi.

Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka”(HR Muslim). Dengan mengetahui beberapa perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasa maka perhatian selanjutnya adalah mengisi bulan itu dengan beberapa kegiatan amal sholeh seperti tahajjud, sedekah, wakaf, pengaktifan majelis taklim di mesjid, membuat kholaqah bagi anak-anak literasi dimesjid membentuk baitul mal disetiap mesjid, dan berbagi sesama tetangga bahkan sesama kerabat.

Sebagaimana kegiatan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, amalan Nabi siang hari menurut hadist dari Bukhari no 3220 riwayat Ibnu Abbas yaitu berbagi dan membaca Al-Qur’an. Sebagaimana Al-Baqarah 185 dibulan ramadhan ini adalah bulan di mana Al-Qur’an di turunkan sehingga perlu kita membacanya.

Sehingga dibuatkan time line khatam Al-Qur’an 1 kali, 2, sampai 6 kali. Karena Al-Qur’an juga dapat menjawab semua permasalahan manusia seperti kemiskinan cara mengatasinya di surah At-taubah 80 dan AL-Baqarah 215 bahkan AL-Qur’an menghasilkan peradaban dan pengetahuan, Ibnu Firnas menemukan konsep pesawat dengan menelaah surah Al Kahfi, fakta Garis Edar Tata Surya dalam surah Al Anbiya ayat 33 dan surah yasin ayat 38-40, Relativitas Waktu surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan surat Al Ma’aarij ayat 4, Sungai di dasar Laut QS Al Furqaan ayat 53, Api di Dasar Laut QS At-Thur: 1-6, Ilmu pertambahan disebutkan di dalam surat Al-kahfi membuat Al Khawarizmi menemukan Aljabar ilmu matematika dan lain sebagainya.

Dengan membaca AL-Qur’an saja sudah mendapatkan pahala apalagi menghasilkan capaian-capai karya dengan banyaknya orang menggunakan karya tersebut maka pahala mengalir terus. Sedangkan amalan Nabi malam hari menurut hadist Al Bukhari no 37 “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (untuk shalat) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Sesuatu yang kita kerjakan yang berdampak pada jiwa menjadi tenang atau nyaman disebut tarwiyah dan kalau dikerjakan berkali-kali disebut tarawih maka ulama menjadikan ini sebagai shalat tarawih. Kalau istirahat bangun di malamnya maka Aktivitas yang dikerjakan dimalam hari setelah bangun disebut hajada, kalau berusaha keras untuk bangun disebut tahajjad, maka aktivitas shalatnya disebut tahajjud inilah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Dan Nabi Muhammad SAW bersabda Barang siapa yang sholat subuh berjamaah, kemudian dia duduk berdzikir karena Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umroh, sempurna, sempurna, sempurna (HR. At-Tirmidzi no 586).

Dengan aktivitas tersebut dapat memakmurkan mesjid dan diharapkan menjadi tradisi setelah bulan ramadhan karena karena dari mesjid lah Rasulullah SAW membangun peradaban Islam. Waullahualam

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *