BARU setahun Bupati Rusli Sibua menjabat program bantuan sosial bagi janda dan lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pulau Morotai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bantuan yang sebelumnya mencapai jutaan rupiah kini hanya tersisa sekitar Rp300 ribu per penerima, kamis (13/3/2026).
Diketahui penurunan tersebut terjadi pada program Kartu Morotai Sejahtera (KMS) yang diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti janda dan lansia. Jika sebelumnya bantuan untuk janda mencapai Rp2 juta dan lansia Rp1 juta, kini besaran bantuan yang diterima rata-rata hanya sekitar Rp300 ribu.
Program KMS sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang diluncurkan pada Agustus 2025. Program ini juga menjadi bagian dari janji politik Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua bersama Wakil Bupati Rio Cristian Pawane pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.
Saat pertama kali diluncurkan, program tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat karena digadang-gadang menjadi kebijakan yang mensejahterakan masyarakat Morotai. Namun, dalam perjalanannya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah disebut menjadi faktor utama terjadinya penyesuaian anggaran.
Termasuk pada sektor bantuan sosial yang sebelumnya memiliki alokasi cukup besar. Akhirnya Komitmen Bupati dan wakil pulau Morotai untuk mempertahankan jumlah atau nilai dari program prioritas tersebut dinilai tidak mampu akibat dari efisiensi.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Pulau Morotai, Ansar Tibu, membenarkan adanya penurunan nilai bantuan tersebut. Kata dia, langkah tersebut diambil sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara menyeluruh di berbagai sektor.
“Iya, itu pertimbangannya efisiensi pembiayaan dari pusat hingga daerah sehingga semua sektor harus dilakukan pengurangan, termasuk pembiayaan bantuan sosial janda dan lansia yang sebelumnya Rp2 juta untuk janda dan Rp1 juta untuk lansia terpaksa turun menjadi rata-rata Rp300 ribu,” ujarnya melalui pesan whatsapp.
Ia menambahkan permintaan pembayaran untuk bulan Januari dan Februari sudah disampaikan ke BPKAD. Insya Allah besok sore para penerima sudah bisa mengecek rekening masing-masing.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






