DALAM rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Pulau Morotai, Ketua DPRD Pulau Morotai, Muhammad Rizki, memimpin langsung aksi penanaman 100 pohon mangrove di Desa Koloray, Pulau Morotai, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama Komunitas Dadaru Konservasi dan LBH-PA sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir di wilayah Morotai.
Penanaman mangrove dipusatkan di kawasan pantai Desa Koloray yang dinilai memiliki potensi wisata sekaligus rentan terhadap abrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Muhammad Rizki, menegaskan bahwa momentum hari jadi daerah harus diisi dengan kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Penanaman mangrove adalah langkah nyata menjaga Morotai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, di tengah efisiensi anggaran daerah, penanaman mangrove menjadi salah satu solusi strategis dalam mencegah abrasi di pulau-pulau kecil maupun wilayah pesisir Morotai. Kata dia, mangrove berfungsi sebagai talud alami yang mampu menjadi benteng pelindung pesisir sehingga perlu terus dilestarikan.
“Di tengah efisiensi anggaran untuk penanganan abrasi, penanaman mangrove merupakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Mangrove mampu menjadi benteng alami pesisir serta menjaga ekosistem dalam jangka panjang,” jelasnya.
Rizki menyebut Desa Koloray dipilih karena memiliki potensi wisata yang besar, sehingga kelestarian lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.
“Kalau lingkungan kita jaga, maka sektor lain seperti pariwisata juga akan ikut berkembang. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” tutupnya.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






