DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) ORGANDA Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (11/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang dinilai berdampak besar terhadap sektor transportasi dan ekonomi masyarakat.
Aksi ini dipicu kenaikan harga Dexlite yang disebut melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp26.600 per liter. ORGANDA menilai kondisi tersebut sangat memberatkan pelaku transportasi darat maupun laut karena biaya operasional meningkat drastis dan berpotensi memicu kenaikan harga barang serta jasa di pasaran.
Ketua DPC ORGANDA Pulau Morotai, Arsil Nyong, dalam orasinya menyampaikan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk desakan kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai agar segera mengambil kebijakan yang berpihak kepada pelaku transportasi.
“Kalau tuntutan ini tidak diakomodir, kami siap mengambil langkah berikutnya, termasuk mogok kerja. Karena ini menyangkut keberlangsungan usaha dan kehidupan sopir serta pengusaha angkutan di Morotai,” tegas Arsil.
Dalam demonstrasi tersebut, ORGANDA Pulau Morotai, dengan tema Aksi “Solar Sulit, Dexlite Elit membunuh tanpa menyentuh masyarakat mati ” dan sekaligus membawa lima poin tuntutan kepada pemerintah daerah, yakni:
1. Meminta Dinas Terkait agar dapat menetapkan penyesuaian tarif angkutan umum dan khusus sesua kenaikan harga BBM jenis Dexlite 70 hingga 80 persen.
2. Meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengembalikan kuota BBM Subsidi Jenis Solar yang hingga saat ini tidak lagi tersalur.
3. Meminta Kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan Kompensasi atau BLT BBM kepada pengusaha selama belum ada tarif.
4. Meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melibatkan/memperkerjakan Organda pada setiap proyek Pemkab Pulau Morotai.
5. Jika tuntutan Kami Tidak diakomodir selama 7 hari, maka kami akan melakukan mogok kerja hingga Terakomodirnya tuntutan kami.
Aksi demonstrasi berlangsung di halaman kantor DPRD Pulau Morotai dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap DPRD dapat segera menindaklanjuti aspirasi mereka dan memfasilitasi pertemuan dengan pemerintah daerah guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pelaku transportasi.
Hingga berita ini tayang, Massa Organda dan DPRD sedang melakukan Rapat terkait tuntutan yang telah disampaikan.(*)
Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara






