PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Morotai Utara kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari masyarakat terkait distribusi program tersebut. Salah seorang warga mengaku menerima berbagai informasi dari masyarakat yang menyebut masih ada sejumlah sekolah yang belum pernah menerima manfaat program MBG, Minggu (7/5/2026).
“Padahal programnya sudah berjalan,Tapi masih banyak sekolah yang tidak menerima MBG” Ujar kepada wartawan yang meminta namanya tidak disebutkan Minggu (7/6/2026).
Selain persoalan cakupan penerima manfaat, beredar pula informasi yang menyebut adanya makanan MBG yang diduga dibawa pulang oleh oknum petugas dan tidak disalurkan kepada penerima manfaat.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut Hasanudin, makanan yang terlihat berada di rumah salah satu petugas distribusi bukan merupakan jatah penerima manfaat yang tidak disalurkan, melainkan kelebihan porsi yang masih layak konsumsi setelah seluruh proses distribusi selesai dilakukan.
“Perlu kami tegaskan bahwa seluruh makanan yang menjadi hak penerima manfaat telah didistribusikan sesuai daftar sasaran yang telah ditetapkan. Adapun makanan yang terlihat menumpuk merupakan kelebihan porsi setelah proses distribusi selesai dan bukan hasil pengurangan jatah penerima manfaat,” Jelasnya kepada awak Media, Minggu (7/5/2026).
Hassanudin menjelaskan, dalam pelaksanaan Program MBG, jumlah makanan yang diproduksi harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan teknis di lapangan. Karena itu, kerap terdapat sisa porsi akibat penerima manfaat yang tidak hadir karena sakit, libur, atau alasan lainnya.
Untuk menghindari pemborosan, makanan yang masih layak konsumsi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar melalui tim distribusi sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami berpegang pada prinsip bahwa makanan yang telah diproduksi dengan baik dan masih layak konsumsi tidak boleh terbuang sia-sia. Karena itu, apabila terdapat kelebihan porsi setelah seluruh penerima manfaat terlayani, makanan tersebut dapat diberikan kepada masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan pangan secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Hasanudin juga membantah tudingan yang menyebut petugas secara rutin membawa pulang puluhan ompreng makanan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan seluruh proses produksi hingga distribusi makanan MBG dilakukan melalui mekanisme pencatatan dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami memastikan tidak ada penyelewengan dalam pelaksanaan Program MBG di SPPG Kenari Morotai Utara. Setiap kegiatan distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat dan diawasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasanudin mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG sebagai bentuk pengawasan publik. Namun, ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami terbuka terhadap kritik, masukan, dan pengawasan masyarakat. Namun kami juga berharap informasi yang beredar dapat diverifikasi terlebih dahulu sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan berimbang,” katanya.
Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan melalui SPPG Kenari Morotai Utara melayani peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.(*)
Penulis : Moh : Editor : S.S.Suhara






