SUASANA penuh khidmat dan sukacita mewarnai pelaksanaan Ibadah dan Perayaan Paskah Kristus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo, yang berlokasi di Desa Gorua Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, Selasa (14/4). Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Hidup Kita”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Ibadah yang dimulai pukul 09.36 WIT tersebut dipimpin oleh Pdt. Teo Komendong, S.Th, dan diikuti oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari warga binaan serta tamu undangan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kalapas Kelas IIB Tobelo melalui Kasi Binadik Hi. Ritwan Usman, Ketua Sinode GMIH Pdt. Anselmus Puasa, M.Th, perwakilan Kementerian Agama Halmahera Utara Bimas Kristen Ibu Jein Djou, S.Ag, Kasat Bimas Polres Halut AKP Andreas Sanggara, serta Ketua Panitia Hari-hari Besar Gerejawi Reinol Mole.
Dalam sambutan Kalapas yang dibacakan oleh Kasi Binadik, disampaikan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kebangkitan, harapan, dan pembaruan hidup. Ditekankan pula bahwa meskipun warga binaan berada dalam keterbatasan fisik, namun harapan dan semangat untuk berubah tidak boleh terbelenggu.
“Paskah menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Masa pembinaan di Lapas diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai proses pembentukan mental dan spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIH Pdt. Anselmus Puasa, M.Th mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan Paskah sebagai titik awal perubahan hidup. Ia menegaskan bahwa kasih Tuhan hadir di setiap tempat, termasuk di dalam Lapas, serta selalu membuka jalan bagi pertobatan dan masa depan yang lebih baik.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kementerian Agama Halmahera Utara, Ibu Jein Djou, S.Ag, yang menyebut bahwa kebangkitan Kristus merupakan sumber kekuatan dan pengharapan bagi semua orang, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, dimulai dari pembukaan, ibadah perayaan Paskah, laporan panitia, sambutan-sambutan, hingga ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Kegiatan berakhir pada pukul 12.50 WIT dalam keadaan aman dan lancar.
Pelaksanaan Paskah di Lapas Kelas IIB Tobelo ini tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan hak beribadah, tetapi juga mencerminkan sinergitas yang baik antara pihak Lapas, instansi pemerintah, dan tokoh keagamaan dalam mendukung pembinaan yang humanis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh penguatan iman, menumbuhkan harapan baru, serta memiliki semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.(*)
Penulis : Cheny
Editor. : S.S.Suhara






