DINAS Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai menyiapkan sejumlah program prioritas pada tahun 2026 untuk memperkuat produksi pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Program-program tersebut dirancang agar langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan, senin (15/12/2025).
Fokus utama kebijakan tahun 2026 diarahkan pada tiga sektor produksi strategis, yakni pengembangan tanaman hortikultura, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pengembangan tanaman pangan jagung. Ketiga program ini dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas petani dan menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Tahmid Bilo, mengatakan program yang disusun tahun depan menitikberatkan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi petani Morotai.
“Walaupun ditengah-tengah efisiensi anggaran program pertanian tetap ada. Kami fokus pada program yang benar-benar dibutuhkan petani di lapangan. Sehingga produktivitas bisa meningkat dan ketahanan pangan Daerah tetap terjaga,” ujar Tahmid, ketika ditemui di ruang kerjanya senin (15/12/2025).
Program pengembangan hortikultura akan difokuskan pada pengadaan bibit unggul, pupuk, pestisida ramah lingkungan, serta pengembangan demplot atau lahan percontohan kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan hasil produksi komoditas hortikultura lokal.
Sementara itu, program penyediaan sarana dan prasarana pertanian diarahkan pada pengadaan alat pertanian sederhana, penggunaan mulsa, serta perbaikan ringan fasilitas pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus menekan biaya produksi.
Untuk tanaman pangan, jagung menjadi salah satu komoditas prioritas. Jagung dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di Pulau Morotai dan memiliki nilai ekonomi strategis, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak.
Selain program produksi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menyiapkan kegiatan pendukung berupa penyuluhan dan pendampingan petani, penguatan peran tenaga teknis lapangan, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane, optimis melalui program yang lebih berorientasi pada produksi dan pendampingan, sektor pertanian tetap menjadi penopang perekonomian Daerah sekaligus benteng ketahanan pangan masyarakat, di tengah tantangan keterbatasan fiskal dan perubahan iklim.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






