KOLABORASI antara organisasi kepemudaan Himpunan Mahasiswa Pelajar Towara dan program Kuliah Berkarya Bermasyarakat (KBM) angkatan ke-10 dari Universitas Pasifik Morotai menggelar dialog publik Safari Ramadhan di Desa Towara, Kecamatan Morotai Jaya, rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penarikan mahasiswa KBM yang sejak 26 Januari 2026 melaksanakan program pengabdian masyarakat di desa tersebut. Dialog publik mengusung tema “Bacarita Pemuda, Agama dan Pendidikan” sebagai ruang refleksi sekaligus forum diskusi terbuka bagi masyarakat. Tema ini dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam memperkuat nilai keagamaan serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa secara kolaboratif.
Acara secara resmi dibuka oleh Camat Morotai Jaya, Asrum Suriadi, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemuda dan mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi konstruktif. Kata dia, kolaborasi semacam ini penting untuk memperkuat peran generasi muda sebagai motor pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan keagamaan.
Forum berlangsung dengan melibatkan pemuda, tokoh agama, mahasiswa, serta masyarakat setempat. Sejumlah narasumber turut hadir, yakni penulis Arafik A Rahman, tokoh pemuda Desa Pangeo Fitra Piga, tokoh masyarakat Desa Towara Jamalu Piong, dan akademisi M Jihar Kodobo. Mereka memaparkan pandangan terkait pentingnya kolaborasi antara pemuda, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.
Para narasumber menekankan bahwa momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial. Mereka juga menilai peningkatan kualitas pendidikan perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan agar mampu membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait tantangan pendidikan dan peran pemuda sebagai agen perubahan sosial.
Selain dialog, kegiatan ini menjadi momen penarikan dan perpisahan mahasiswa yang telah menyelesaikan program pengabdian di Desa Towara. Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap forum serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya ruang diskusi publik yang sehat dan berkelanjutan, terutama di Daruba sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan intelektual.
Kota Daruba sebagai pusat interaksi ide dan gagasan, yang di isi berbagai macam elemen seperti akademisi, aktivis, politisi, serta organisasi kemasyarakatan yang dinilai memiliki peran strategis sebagai mediator dalam mengangkat berbagai isu kerakyatan melalui forum dialog yang terbuka dan konstruktif. Uniknya, ruang-ruang dialog publik lebih banyak di buat di desa-desa ketimbang dikota.(*)
Penulis : Moh
Editor. : S.S.Suhara






